PARIWARA

Jangan Ragukan Kompetensi Bidan di Puskesmas

Jangan Ragukan Kompetensi Bidan di Puskesmas

Narasumber : Nurdian (22)

Baubau, Upeks.co.id – Di tengah pandemi Covid-19 berkunjung ke fasilitas kesehatan terasa menjadi beban tersendiri bagi setiap orang. Sebagai pemberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat, fasilitas kesehatan memiliki potensi penularan virus yang cukup tinggi. Meski demikian Nurdian (22), tetap menyempatkan dirinya rutin mengunjungi Puskesmas untuk memastikan sang buah hati di kandungannya dalam keadaan sehat.

Ibu rumah tangga yang berasal dari Desa Bente, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara ini sempat khawatir berkunjung ke fasilitas kesehatan karena kondisi pandemi. Alih-alih bersalin di rumah sakit, ia memutuskan untuk melahirkan di Puskesmas, mengingat Puskesmas lebih sepi dibandingkan dengan rumah sakit. Selain itu bidan yang bertugas di Puskesmas diyakininya telah memiliki kompetensi yang baik.

“Sebagai pengguna kartu JKN-KIS, kita kan harus ke Puskesmas terlebih dahulu. Apalagi dalam hal persalinan, Puskesmas telah memiliki bidan-bidan yang berpengalaman dalam membantu pasien dalam melahirkan. Saya lebih khawatir sebenarnya kalau saya harus dirujuk ke rumah sakit karena saat ini jumlah positif Covid-19 terus bertambah,” ungkap Nurdian, Kamis (23/07).

Ia mengatakan sangat percaya dengan kompetensi dan pengalaman bidan di Puskesmas dalam memberikan pertolongan bagi ibu yang akan melahirkan. Namun menurutnya jalannya persalinan tidak dapat diprediksi dan bisa jadi ada hal-hal yang tidak dapat dilakukan karena keterbatasan sarana dan prasarana di Puskesmas yang mengakibatkan harus dirujuk ke rumah sakit. Ia pun mengaku pasrah jika pada akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit.

“Alhamdulillah persalinan saya lancar dengan bantuan bidan di Puskesmas Kambowa. Anak saya lahir dengan selamat dan kondisinya sehat, begitu pun dengan saya. Tentunya ini semua karena pertolongan Allah dalam memberikan kami kemudahan. Namun kalau saya boleh memberikan saran kepada ibu yang saat ini sedang hamil agar sering-sering memeriksakan kandungannya di Puskesmas,” lanjutnya.

Untuk biaya administrasi serta persalinan, Nurdian mengaku tidak mengeluarkan biaya sama sekali karena semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ia pun tidak lupa berterima kasih kepada seluruh peserta yang rutin membayar iuran setiap bulannya. Menurutnya, membayar iuran tidak hanya sekedar kewajiban tapi juga kepedulian.

“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan seluruh peserta JKN-KIS yang peduli terhadap peserta lainnya dengan rutin membayar iuran,” katanya. (Jamkesnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top