ANEKA

Bank Syariah Mandiri dan Kemenag Sulsel Akan Bangun Madrasah

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Kesepakatan kerjasama Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan Kementerian Agama  Prov. Sulsel dicapai dalam pertemuan kedua pimpinan lembaga di ruang kerja Kakanwil Kemenag Sulsel, Jl Nuri  Makassar, Juma’t, 23 Oktober 2020.

Kemas Erwan Husainy, Region Chief Executive Officer (RCEO) BSM Region VIII Makassar yang memboyong  squadnya audiensi Kakanwil Kemenag Sulsel guna menjajaki kerjasama.

Erwan, awalnya menawarkan kerjasama dengan mengajak ASN Kemenag Sulsel menjadi nasabah sekaligus  bergabung dalam program wakaf BSN, dengan tawaran kompensasi pembagian CSR perusahaan sebagaimana  yang lasim dilakukan selama ini. Diantaranya, merenovasi masjid, sumbangan hewan qurban dan mensponsori kegiatan-kegiatan keagamaan yang digelar oleh Kementrian Agama.

Menangapi penyampaian Erwan, Kakanwil Kemenag Sulsel, KH.Khaeroni mengungkapkan, yang diberikan Bank Mandiri selama ini hanya CSR dalam jumlah kecil, seperti sapi qurban. “Sudah dipotong ya sudah. Ayo bareng-  bareng kita balik semuanya, kita fokus untuk yang lebih besar”, ajaknya

“Saya sudah keliling dari ujung Sulsel. Saya amati hampir setiap 100 meter ada masjid yang bagus-bagus. Begitu  masuk pesantren kondisinya luar biasa terbalik. Ini artinya kita belum sadar pendidikan”, tambahnya.

Lanjut Khaeroni, orang yang meninggal itu hanya membawa 3 bekal, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak  yang sholeh. “Jika kita amal jariahnya ke madrasah akan melahirkan ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh  yang akan mendoakan orang tuanya”, ucapnya.

Untui itu, Khaeroni meminta CEO BSM agar bantuan dalam skala kecil yang diistilahkan ‘hujan gerimis’ itu ditahan dulu dan jika BSM berkenan anggaran tersebut digunakan untuk membangun gedung di madrasah.

“Tolong yang dibangun madrasah yang ada di pesantren karena itu relatif digunakan 24 jam. Bukan madrasah yang berdiri sendiri”, pintanya.

Gayung bersambut, usulan Kakanwil Kemenag Sulsel diterima baik RCEO BSM Region VIII yang membawahi Sulawesi, Maluku dan Papua ini.

“Usulan yang luar biasa. Kami setuju pak. Tinggal tunjuk saja dimana proyek percontohannya dimulai. Dimana madrasah yang mau kita bangun. Namun kita lakukan secara bergiliran”, tuturnya.

Adapun launhing kerjasama ini akan dimulai saat peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI ke 75 tanggal  3 Januari 2021, yang ditandai dengan peletakan batu pertama dari madrasah yang akan dibangun.

Selanjutnya Kedua pimpinan ini mendiskusikan program wakaf yang tengah dijalankan oleh BSM, dimana pegawai BSM selama ini menyisihkan penghasilannya Rp 50.000 setiap pekan melalui Gerakan Wakaf Jumat Berkah.

Khaeroni pun mengatakan ingin memotivasi masyarakat , ASN dan honorer Kemenag Sulsel bagaimana mewakafkan sebagian penghasilannya.

“Jika ASN dan honorer berjumlah 15 ribu orang, maka cukup Rp.50 ribu saja pertahun maka akan terkumpul Rp.750 juta. Jadi BSM bangun gedung madrasahnya, Kemenag yang bangun asramanya”, pungkasya.(rls).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top