Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Demo di PTTUN Makassar, Desak Hakim Tolak Gugatan Herwin Yatim

  • Whatsapp
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Demo di PTTUN Makassar, Desak Hakim Tolak Gugatan Herwin Yatim

Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Demo di PTTUN Makassar, Desak Hakim Tolak Gugatan Herwin Yatim

MAKASSAR,UPEKS.co.id–Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli  Demokrasi melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar,  Jl AP Pettarani Makassar, Kamis (8/10/2020).

Bacaan Lainnya

Mereka mendesak majelis hakim PTTUN untuk menolak gugatan calon Petahana Kabupaten Banggai Sulawesi  Tengah (Sulteng), Herwin Yatin.

Jenderal Lapangan, Faisal mengatakan, aksi yang dilakukan untuk mendukung KPU Kabupaten Banggai Sulawesi  Tengah yang menetapkan bakal pasangan calon petahana dalam Pilkada 2020, Herwin Yatim-Mustar Labolo tidak  memenuhi syarat.

“Kami mendukung KPU Banggai yang menganulir Bupati Banggai. Langkah yang diambil KPU ini sudah baik,” kata  Faisal.

Dukungan atas keputusan KPU Banggai lantaran Herwin Yatim dinilai melakukan pelanggaran dengan melakukan  pelantikan dan mutasi pejabat.

Pasalnya, pelantikan dan mutasi pejabat yang dilakukan tanpa persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri  (Mendagri).

Karena itu, Faisal berharap, PTTUN Makassar harus bersikap profesional dalam perkara tersebut sehingga bisa  menjadi patron dalam penegakan hukum.

Unjuk rasa yang nyaris ricuh tersebut mereda usai Humas PTTUN Makassar, Ilham Lubis menerima aspirasi  demonstran. Ilham mengaku akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan PTTUN Makassar.

Di kesempatan itu, Ilham menyampaikan sidang perkara tersebut tengah berlangsung di PTTUN Makassar.  Sidangnya dalam tahap pembacaan pembuktian.

“Berkaitan dengan perkara yang sedang berjalan di PTTUN Makassar ini sudah masuk pembacaan gugatan dan  jawaban dan pembacaaan bukti hari ini,” terang Ilham.

Ilham pun meminta mahasiswa untuk terus mengawal jalannya perkara guna menegakkan UU Nomor 10 Tahun  2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti  UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota menjadi Undang-Undang.

“Tidak ada satupun yang terkontiminasi. Itu saya yakinkan kepada semua, sudah tekad kami,” tandas Ilham.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menyatakan bakal pasangan  calon petahana dalam Pilkada 2020 yaitu Herwin Yatim – Mustar Labolo tidak memenuhi syarat.

Keputusan itu tertuang dalam surat keputusan KPU Kabupaten Banggai bernomor 50/PL.02.3-Kpt/7201/KPU-  Kab/IX/2020 tidak diterima Herwin Yatim.

Pasangan petahana Herwin Yatim-Mustar Labolo tak memenuhi syarat karena terganjal pelanggaran mutasi  pejabat yang dilarang regulasi.

Penetapan tak memenuhi syarat (TMS) pasangan Herwin-Mustar, yang masih memimpin sebagai bupati dan wakil  bupati, itu tertuang dalam surat keputusan KPU Banggai pada Rabu (23/9/2020).

Surat ditandatangani Ketua KPU Banggai Zaidul Bahri Mokoagow. Surat itu diunggah ke laman kpu-  banggaikab.go.id.

Pada saat bersamaan. Dalam surat putusan berbeda, KPU Banggai menetapkan dua pasangan calon yang  memenuhi syarat, yakni Amirudin-Furqanuddin Masulili dan Sulianti Murad-Zainal Abidin Ali Hamu.

Herwin-Mustar diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berkoalisi dengan, antara lain, Partai  Keadilan Sejahtera, Partai Solidaritas Indonesia, dan Partai Gelora. (ris)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *