Aksi Tolak UU Omnibus Law Berlangsung Ricuh

  • Whatsapp
Aksi Tolak UU Omnibus Law Berlangsung Ricuh

KOLAKA, UPEKS.co.id–Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) di depan kantor DPRD Kolaka kemarin(8/10/20) berlangsung ricuh.

Kericuhan terjadi usai salat dhuhur, dimana mahasiswa dari berbagai organisasi kampus USN seperti HMJ, BEM, serta organisasi eksternal kampus seperti HMI, PMII, KAMMI dan lainnya memaksa masuk gedung DPRD Kolaka yang dijaga ketat aparat Kepolisian, mereka menuntut supaya ditemui 50 persen plus satu anggota DPRD Kolaka namun tidak terpenuhi, dengan alasan sejumlah anggota DPRD Kolaka sementara melakukan reses.

Bacaan Lainnya

Akhirnya mahasiswa mencoba mendobrak pintu pagar dan melempari aparat menggunakan batu. Akibatnya, aparat langsung menembakkan gas air mata dan mengerahkan kendaraan Water Canon untuk menghalau mahasiswa. Kericuhan baru mereda setelah para koodinator massa menenangkan anggotanya.

Salah seorang orator Rama Sultan, dalam orasinya menyebut DPR bukan lagi Dewan Perwakilan Rakyat, tapi “Dewan Penghianat Rakyat” sebab telah menetapkan Omnibus Law UU cipta kerja tanpa melibatkan masyarakat. Mereka menilai pemerintah dan DPR telah gagal menjalankan amanah rakyat. Mereka tidak berpihak pada kepentingan rakyat, tapi hanya kepentingan investor.

“Karena itu, kami mendesak DPR untuk mencabut Omnibus law UU cipta kerja, karena tidak berpihak kepada rakyat,”teriak pendemo. (pil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *