EDUKASI BUDAYA

Rektor UMI Kukuhkan Dua Guru Besar, Keduanya Pasangan Suami Istri

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding mengukuhkan lagi dua Guru Besar (GB) UMI,
Sabtu (17/10) di Auditorium Al-Jibra kampus II UMI.

Menariknya kedua Guru Besar yang dikukuhkan tersebut merupakan pasangan suami istri, Prof Prof.Dr.H.Baso  Amang, SE.MS dan  Prof. Dr. Hj. Mulyati Pawennei,SH.MH.

Prof. Baso Amang, dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di UMI dalam Bidang Ilmu Managemen di Fakultas  Ekonomi dan Bisnis dan istrinya Prof. Dr. Hj. Mulyati Pawennei, GB Bidang ilmu Hukum.

Sehari sebelumnya, Jumat (16/10) Rektor UMI juga mengukuhkan Prof Dr drg H  Masriadi,SKG.SKM,Spd.I,M.Kes,MH sebagai Guru Besar FKM UMI. Kemudian, Sabtu (10/10) lalu juga dikukuhkan
dua Guru Besar UMI, Prof Dr Ir Jayadi MP (GB Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI) serta Prof Dr Mursalim,SE (GB  fak. Ekonomi dan Bisnis UMI).

Rektor UMI saat sambutan pengukuhan menandaskan, bertambahnya jumlah Guru Besar (GB) cerminan pelaksanaan sinergitas tri dharma perguruan tinggi serta menunjukkan jaminan mutu dan eksistensi UMI  semakin maju.

“Pengembangan dan kemajuan Universitas Muslim Indonesia secara simultan, dan semakin mengokohkan  perannya sebagai PTS terbesar dan terbaik di Indonesia Timur,” ujarnya.

Menurut Rektor, UMI merupakan perguruan tinggi swasta, pertama terakreditasi institusi A (Unggul) dengan di  Luar Pulau Jawa dan kini menempati peringkat 64 se-Indonesia.

Selain PTS posisi pertama Luar Pulau Jawa  dalam klasterisasi Perguruan Tinggi dan PTS, penyumbang guru besar terbanyak di luar Jawa.

“Semoga dikukuhkannya, sebagai GB akan semakin meningkatkan peran dan fungsi UMI dalam pengkhidmatan  kepada agama, banga dan negara,” harap Basri Modding.

UMI sebagai bagian dari pendidikan tinggi di Indonesia harus bisa menjawab problem sosial yang dewasa ini terus  berkembang. Tentu ke depan tantangan perguruan tinggi akan semakin kuat.

Sehingga bertambahnya guru besar dalam kerangka pengembangan tri dharma perguruan tinggi dalam  melahirkan SDM yang berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlakul karimah, berdaya saing tinggi dengan kompetensi kecerdasan akademik dan karakter.

“Akan terus dipacu dengan komitmen dan bersama-sama bekerja keras dan terus berinovasi dengan kemampuan yang ada untuk mewujudkan perubahan dan kemajuan UMI di tahun 2020 sebagai Tahun Inovasi, Tahun  Pencapaian dan Tahun Kemuliaan bagi UMI, tega rektor.

Sebelumnya, Prof. Baso Amang saat orasi ilmiah pengukuhannya mengatakan, setiap manajemen perusahaan dalam memberdayakan karyawannya senantiasa dituntut agar tidak berlaku diskriminatif.

“Perlakuan tidak adil kepada karyawan akan berpengaruh pada motivasi dan kinerja karyawan. Akibatnya,  kelangsungan hidup perusahaan terancam dan sulit berkembang,” paparnya.

Menurutnya, sumberdaya manusia adalah aset vital dalam perusahaan, karena manusia berperan sebagai subyek  dan sekaligus sebagai obyek perusahaan.

Semua perusahaan pasti menginginkan semua karyawannya dapat
berkontribusi secara maksimal kepada perkembangan perusahaan.

“Sekali saja manajemen sumberdaya manusianya terganggu, maka akan menimbulkan masalah bagi  perusahaan,” tuturnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Mulyati Pawennei saat orasi ilmiah menjelaskan, kekerasan dalam rumah tangga  (KDRT), merupakan perbuatan yang sudah lama berlangsung, bahkan sejak manusia berinteraksi satu dengan  lainnya dalam suatu komunitas kecil yang bernama rumah tangga.

“Kasus KDRT yang seharusnya berkurang seiring meningkatnya tingkat pendidikan, pendapatan dan kesadaran  hukum masyarakat malah terus meningkat,” jelasnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi kejadian baik dari sisi pelaku maupun korban tetapi tak kunjung  membuahkan hasil.

Malah di tengah Pandemi Covid-19 yang seharusnya keluarga semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan harmonisasi keluarga terjaga, justeru tak membuat pelaku sadar diri  untuk tidak melakukan KDRT. (rls).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top