Soal Gaji Ganda, Ini Klarifikasi Komisioner KPUD Takalar Bakhrawi

  • Whatsapp
Soal Gaji Ganda, Ini Klarifikasi Komisioner KPUD Takalar Bakhrawi

Soal Gaji Ganda, Ini Klarifikasi Komisioner KPUD Takalar Bakhrawi

TAKALAR,UPEKS.co.id—Kasus dugaan terima gaji ganda oleh oknum Komisioner KPUD Takalar Bakhrawi saat
ini ramai diperbincangkan.

Bacaan Lainnya

Pasalanya selain terima gaji sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Guru SMA Negeri 3 Takalar, juga terima gaji
sebagai anggota Komisi Pemilihan umum Daerah (KPUD) Kabupaten Takalar.

Sejak tercatat sebagai anggota KPUD Takalar 2018, dia masih tetap menerima Gaji ASN Guru selama setahun,  sehingga dia wajibkan mengembalikan Uang Negara Rp 100.744.400.

Menanggapi tudingan penerimaan gaji ASN Guru, Bakhrawi klarifikasi via WhatsAppnya.

Menurut Bakhrawi, dia telah diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil terhitung 20 Juli 2018.

“Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sulsel Nomor :887/02/XII/BKD/2019 yang ditetapkan 20  Desember 2019,” ujarnya melalui WhatsApp, Jumat,(18/9/20).

Lanjut Bakhrawi, permohonan pengajuan pemberhentian sementara kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi  Sulsel untuk diteruskan k Gubernur Sulsel Cq. BKD diterima dan tercatat 02 November 2018. Itu sesuai resi  penerimaan surat dan buku agenda penerimaan surat Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.

“Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (S.K.P.P) terbit tanggal 07 Juli 2020 dengan Nomor 419/VII/S.K.P.P/2020 oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.”ujarnya.

Proses administrasi yang membutuhkan waktu sejak Permohonan Pemberhentian Sementara kemudian Surat  Keputusan Pemberhentian Sementara dari Gubernur Sulsel serta Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (S.K.P.P) berimplikasi pada gaji yang tetap dibayarkan.

“Dengan demikian pada Lembaran S.K.P.P tertulis, yang bersangkutan memiliki Hutang Rp. 100.744.400 (Gaji  yang terlanjur terbayarkan sejak Agustus 2018 s.d Juli 2020),” ujarnya lagi.

Pada kolom catatan tertulis prosedur pembayaran dilakukan secara bertahap dan periode waktu pengembalian  dimulai sejak bulan Juni 2020 hingga Maret 2022. (Jahar)

Pos terkait