Ringankan Tunggakan Iuran, BPJS Luncurkan Program Relaksasi

  • Whatsapp
Ringankan Tunggakan Iuran, BPJS Luncurkan Program Relaksasi

Ringankan Tunggakan Iuran, BPJS Luncurkan Program Relaksasi

MAJENE, UPEKS.co.id— Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Polewali Mandar  meluncurkan program relaksasi (keringanan) untuk bayar tunggakan iuran peserta jaminan kesehatan nasional  Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Kepala Bidang SDM dan UKP BPJS Kesehatan Cabang Polewali, Imran kepada sejumlah  wartawan dalam acara press gathering, di Cafe Diaz Majene, Senin (21/9/2020).

Menurut Imran, program relaksasi (keringanan) dari BPJS ini cukup bagus karena membuka ruang bagi peserta  BPJS yang memiliki tunggakan untuk memudahkan membayar tunggakan iuran.

“Relaksasi (keringanan) diberikan kepada peserta yang menunggak lebih dari enam bulan. Program keringanan  pembayaran tunggakan JKN-KIS itu dipayungi Perpres Nomor 64 Tahun 2020,”ungkapnya.

Imran juga menjelaskan, pesrta yang mendapatkan program relaksasi tersebut adalah PBPU dan PPU BU.

Caranya peserta mendaftar pada kanal yang ditetapkan, yaitu aplikasi Mobile JKN bagi PBPU dan aplikasi Elektronik Data BU (Edabu) bagi PPU BU hingga batas waktu 31 Desember 2020.

Setelah itu katanya, peserta membayar tagihan relaksasi tunggakan pada bulan berjalan minimal enam bulan  ditambah satu bulan berjalan. Pada bulan berikutnya melakukan pembayaran rutin paling lambat tanggal 10 setiap bulan sesuai tagihan.

“Jadi aturannya batas akhir membayar sisa tunggakan dengan melunasi atau memanfaatkan program cicilan ini  hingga 31 Desember 2021, tetapi batas waktu pendaftaran sampai 31 Desember 2020 . Olehnya itu mari manfaatkan program ini dengan sebaik mungkin, karena program ini tujuannya bagus dan lebih memudahkan peserta untuk membayar tunggakan, apalgi bisa dicicil atau diangsur sesuai kemanpuan,”ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan, Rani menjelaskan jumlah penunggak iuran BPJS  Kesehatan di Kabupaten Majene mencapai lebih dari 6.000 peserta. Dengan total tunggakan mencapai lebih Rp3,6 miliar.

“Olehnya itu diharapkan dengan cara ini tunggakan tersebut bisa secepatnya teratasi dan peserta BPJS juga  semakin sadar untuk melunasinya, sebab sudah ada cara melakukan pembayaran secara berangsur melalui  program relaksasi,”jelasnya.

Hadir pada acara tersebut, Kabid SDM dan UKP BPJS Kesehatan Polewali, Imran yang membawahi Mamasa dan  Majene, Kabid Penagihan dan Keuangan bersama Kepala BPJS Kesehatan Majene, Kartini Malik. (Alimukhtar).

Pos terkait