PKM Politani Gelar Pelatihan Penggilingan Daging Bakso di Jawi-jawi

  • Whatsapp
PKM Politani Gelar Pelatihan Penggilingan Daging Bakso di Jawi-jawi

PKM Politani Gelar Pelatihan Penggilingan Daging Bakso di Jawi-jawi

BULUKUMBA,UPEKS.co.id—Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menggelar pelatihan Usaha Mikro  Penggilingan Daging Bakso di Kelurahan Jawi-jawi l, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba.

Bacaan Lainnya

Tim PKM Politani Pangkep ini merupakan tim kolaborasi antara Jurusan Agribisnis Perikanan dan Program Studi  (Prodi) Budidaya Perikanan. Tim PKM ini diketuai oleh Ratnawati, M.Si, SE (Dosen Agribisnis Perikanan), dan Ir.  Hasniar M.P (Dosen Jurusan Budidaya Perikanan) selaku anggota.

Sedangkan mitra terpilih dalam program PKM tersebut yakni Koperasi Serba Usaha “Syariah Padaidi” Cabang  Kelurahan Jawi-jawi, yang merupakan salah satu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang memproduksi bakso di  Kabupaten Bulukumba.

Ketua Tim PKM Politani Pangkep, Ratnawati, M.Si., SE mengungkapkan, anggaran program tersebut berasal dari
dana riset dan pengabdian kepada masyarakat kementerian, Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri  (BOPTN) Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) serta Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan  Pengembangan.

Program pengabdian masyarakat tersebut, lanjut dia, dilaksanakan dalam bentuk pendampingan berkelanjutan  dan dimulai dengan pelatihan pembuatan bakso, serta pengaplikasian mesin penggiling dan pencampur daging  bakso. Secara garis besar pelatihan dilakukan dengan sosialisasi pembuatan daging bakso yang baik dengan  mengimplementasikan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) yang dilakukan secara sederhana.

“Melakukan introduksi peralatan berupa mesin penggiling dan pencampur daging bakso. Peralatan ini digunakan  pada proses pembuatan bakso dengan kualitas terbaik. Kegiatan PKM ini bertujuan agar dapat menumbuhkan  usaha-usaha mikro di Kecamatan Bulukumpa yang memproduksi bakso,” ungkapnya.

“Harapannya, kelak bakso hasil produksi mitra terpilih dapat memiliki daerah pemasaran yang lebih luas. Dalam  pelatihan juga diperkenalkan cara pembukuan kepada mitra Koperasi Serba Usaha “Syariah Padaidi”, agar  keuntungan yang diperoleh dapat diketahui dan memudahkan administrasinya,” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan, kegiatan PKM tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan  Covid-19, dengan melibatkan tenaga kesehatan Kabupaten Bulukumba yang melakukan serangkaian kegiatan.  Termasuk memberikan materi bagaimana menghindari penularan virus Covid-19, mencuci tangan pakai sabun,  dan pemeriksaan suhu tubuh terhadap peserta sebelum pelatihan dimulai.

Anggota tim Ir. Hasniar M.P menambahkan, dengan semakin baiknya alih teknologi yang diperkenalkan oleh tim  PKM Politani Pangkep, maka kedepannya mitra terpilih juga akan menjual produk bakso beku dengan kriteria  aman saji secara online.

“Pengenalan tentang ambang batas penggunaan beberapa jenis bahan tambahan makanan, juga telah dilakukan.  Dimana, hal ini dapat menjadi boomerang bagi industri-industri mikro yang bergerak dibidang pangan, jika tidak  memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal tersebut,” terangnya.

Selain itu, Hasniar juga mengatakan, bahwa penentuan masa expire date pada produk bakso beku yang  dihasilkan, perbaikan jenis kemasan, cara pengemasan serta teknik pelabelan pada produk yang dihasilkan, juga  merupakan hal lain yang tidak kalah pentingnya yang dapat dilakukan bagi mitra untuk lebih mengembangkan  usahanya.

“Tetapi karena adanya keterbatasan program ini, maka hal itu dapat dilakukan pada skim pengabdian  lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, pimpinan Koperasi Serba Usaha “Syariah Padaidi” yang menjadi mitra terpilih, Faisal menyambut  baik program PKM tersebut. Ia berharap, setelah perbaikan di bagian produksi dan pemasaran, kedepannya produksi bakso yang merupakan kuliner populer disemua kalangan ini dapat lebih berkembang.

“Demikian juga dengan keberadaan beberapa usaha mikro sejenis, dapat lebih berkembang karena mereka tidak  perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Kota Bulukumba. Kami juga menyambut baik pemasaran online yang  diperkenalkan oleh tim PKM, mengingat pandemi Covid-19 ini memberikan dampak terhadap hasil penjualan. Tapi,  Alhamdulillah, hal itu dapat diatasi dengan penjualan online ini,” akunya.(rif)

Pos terkait