Perusahaan Segera Harus Lakukan LKPM

  • Whatsapp
Perusahaan Segera Harus Lakukan LKPM

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Guna mendorong peningkatan investasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan ambang batas waktu bagi perusahaan yang belum melakukan LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) hingga 10 Oktober mendatang.

Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPM-PTSP Sulsel, Andi Isma menyebutkan waktu yang diberikan tersebut dimulai 1 Oktober hingga 10 Oktober 2020. Jika  tidak, maka perusahaan yang tidak melakukan LKPM, terancam mendapat sanksi mulai dari sanksi administrasi hingga pembekuan perusahaan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut dilakukan, menurut Andi Isma pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan dari realisasi investasi. “Hari ini kita melakukan konsinyering yang merupakan salah satu upaya kami dalam meningkatkan realisasi investasi. Melalui kegiatan ini nantinya mampu mendongkrak realisasi investasi pada Triwulan Ill dengan partisipasi para pelaku usaha mengisi Laporan Kegiatan Penanaman Modal,” ucap Andi.

Hal tersebut disampaikan saat Konsinyering dan Bimtek  Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Online pengendalian pelaksanaan penanaman modal bagi perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)/Penanaman Modal Asin (PMA) di Hotel Claro, Selasa (22/09/2020).

Andi Isma mengatakan kuartal I dan II tahun 2020 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) gairahkan investasi di Sulawesi Selatan (Sulsel). Masing-masing PMA sebesar Rp 1,050 triliun sementara PMDN sebesar Rp 3,674 triliun. Jika dipresentasikan sebesar 34 persen dari target Rp13,87 triliun.

 

“LKPM, merupakan kewajiban para pelaku usaha PMDN/PMA. Dan ini sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dalam aturan ini dijelaskan bahwa bagi pelaku usaha PMA dan PMDN yang tidak melaporkan kegiatan investasinya dalam LKPM, akan diberikan sanksi mulai dari sanksi administrasi, pembatasan usaha, pembekuan sampai pencabutan izin usaha,” ucap Andi Isma.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan agar mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mana pada tahun ini, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan triwulan 2 minus 3.87.

“Pertumbuhan ekonomi erat dengan realisasi investasi, triwulan I dan II sehingga semester Rp4,7 triwulan. Untuk itu pelaku usaha dibimbing untuk melakukan LKPM secara online,” tutupnya. (Rasak).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *