Peringati Hari Perhubungan Nasional, Otban Bagi-bagi Masker Ke Penumpang

  • Whatsapp
Peringati Hari Perhubungan Nasional, Otban Bagi-bagi Masker Ke Penumpang

Peringati Hari Perhubungan Nasional, Otban Bagi-bagi Masker Ke Penumpang

MAROS/UPEKS.co.id—-Memperingati hari perhubungan nasional, Otoritas Bandara (Otban) V Makassar  mencanangkan penerbangan yang safety and healty campaign 2020. Hal itu ditandai dengan membagikan ribuan  masker kepada pengguna jasa bandara.

Bacaan Lainnya

Dengan pencanangan tersebut, kata Kepala Otoritas Bandara Baitul Ikhwan, maka secara otomatis, pihak bandara  dan otoritas bandara menjamin keamanan, kenyamanan, keselematan, dan kesehatan penerbangan di wilayah  penerbangan nasional.

Dia menjelaskan, untuk menerapkan itu semua, pihaknya menggandeng stakeholder seperti Angkasa Pura,  Kementerian Kesehatan, Ainav, pihak penerbangan untuk bersenergi menerapkan dengan ketat protokol  kesehatan.

“Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pengguna jasa bandara, maka kita mencanangkan safety dan healty  campaign untuk memperkuat kedisiplinan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi covid ini. Sehingga  pengguna jasa bandara tidak usah khawatir dan takut untuk melakukan penerbangan. Selama mereka paham  untuk memperketat penerapan protokol kesehatan,” jelasnya kepada wartawan saat ditemui di bandara Sultan
Hasanuddin saat menghadiri kegiatan HUT Perhubungan Nasional.

Selain itu untuk menjamin kesehatan dan keselamatan, maka pihak maskapai telah melengkapi alat penyaring  sirkulasi udara di dalam cabin pesawat. Alat tersebut akan menyerap dan menjaring molek-molekul kecil dan  bakteri yang ada di dalam pesawat.

“Jadi untuk kesehatan dan keselamatan di bandara itu dimulai saat mereka tiba di bandara, di atas pesawat dan  saat tiba di tujuan. Protokol kesehatan sudah sangat diperketat. Pada saat mereka ingin naik pesawat, mereka  sudah harus dilengkapi dengan hasil PCR, rapid test, pemeriksaan suhu. Sementara di dalam cabin di lengkapi
dengan teknologi canggih sehingga suhu udara selama berada di atas pesawat semuanya aman,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Sultan Hasanuddin Darmawali Handoko  mengatakan, untuk menjamin kesehatan calon penumpang pesawat, maka mereka harus mengantongi surat rapid  test.

Dia mengatakan, untuk melakukan rapid test di area bandara hanya sekitar Rp85 ribu. Hal itu berdasarkan  keputusan Kementrian Kesehatan yang mematok harga rapid test tertinggi hanya Rp150 ribu.

“Kalau di bandara sendiri, untuk biaya rapid hanya Rp85 ribu. Harganya dibawah harga yang ditetapkan  Kementerian Kesehatan,”pungkasnya. (alfi).

Pos terkait