Peringatan Hari Tani Nasional, Perkara Gelar Aksi Bentang Spanduk

  • Whatsapp
Peringatan Hari Tani Nasional, Perkara Gelar Aksi Bentang Spanduk

ENREKANG, UPEKS.co.id — Pergerakan Koalisi Rakyat( PERKARA) menggelar aksi memperingati Hari Tani nyasional dengan membentang spanduk bertuliskan ” Wujudkan Reforma Agraria Sejati dan Gagalkan Omnibuslaw”. Selain itu spanduk juga dibentang di beberapa tempat di sekitaran Enrekang Kota, Kecamatan Enrekang , Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jum’at ( 25/9/2020).

Aksi bentangkan spanduk dan bagi-bagi selebaran dilakukan oleh beberapa pengurus PERKARA di tiga titik tempat yakni Perempatan Pasar Sentral, Perempatan Lampu Merah dan di bundaran patung sapi.

Bacaan Lainnya

Supriadi selaku Koordinator lapangan mengungkapkan, Hari Tani Nasional jatuh pada tanggal 24 September tepat 60 tahun lahirnya UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang telah ditetapkan melalui keputusan Presiden Soekarno tanggal 26 agustus 1963 No.169 tahun 1963.

” UU PA yang diharapkan menjadi pondasi politik hukum agraria nasional menjadi hukum agraria colonial dan praktek-praktek feodal selama penjajahan”, ungkapnya.

Supriadi mengatakan Cita-cita land reform melalui UU pokok agraria yang mendorong keadilan dan hak-hak atas tanah untuk rakyat, justru mengkhianati tujuan kelahirannya oleh kebijakan rezim Soeharto selama 32 tahun menjalankan yang sangat liberal dan melahirkan ketimpangan struktur agraria dan berdampak pada kaum miskin.

“Jadi kami mengaggap bahwa pasca pandemik sangat terlihat secara objektif penindasan dan penghisapan terhadap kelas kaum tani diseluruh negeri. Dinegeri setengah jajahan dan setengah feodal yang menggantung pada ekspor komoditas pertanian dan industri” jelas Korlap.

Sementara itu Irwan selaku massa aksi PERKARA juga menyampaikan bahwa, pada tahun 2019 yang lalu bagaimana Pemerintah dan DPR mendorong regulasi kemudahan investasi melalui RUU pertanahan dan mendapatkan penolakan massif dari berbagai elemen gerakan rakyat.

Tahun 2020 lahirnya UU PA 60 tahun yang mendorong penataan kebijakan agraria nasional untuk keadilan agraria. Kembali rezim Jokowi Maruf bersama DPR dan kelompol oligarki memaksakan terbitmya RUU Omnibuslaw cipta kerja yang akan melegitimasi perampasan tanah-tanah rakyat.

“Jadi adapun tuntuntan kami dalam menyongsong Hari Tani Nasional 2020 ini yakni gagalkan RUU Omnibuslaw yang tidak berpihak pada rakyat, Tolak dan cabut UU yang tidak pro rakyat dan lingkungan, Berikan pelayanan yang adil bagi kelompok tani di Kabupaten Enrekang. Hentikan permainan harga hasil tani masyarakat, Hentikan tambang illegal yang beroperasi di Kab. Enrekang , Anggarkan DID yang bersumber dari APBN 2020 untuk pemulihan ekonomi kaum tani di Enrekang” terang Irwan selaku departemen kampanye massa.(Sry)

Pos terkait