Mahasiswa PBSI Unismuh Makassar Launching Antologi Cerpen

  • Whatsapp
Mahasiswa PBSI Unismuh Makassar Launching Antologi Cerpen

Mahasiswa PBSI Unismuh Makassar Launching Antologi Cerpen

MAKASSAR,UPEKS.co.id—- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) gelar  Bazaar dan Launching Buku Antologi Cerpen “Tentang Waktu” dan “Bila Waktu Bisa Kembali, Aku Masih Ingin  Bersamamu” di Kopi Batas (Koba), Sabtu (19/09/2020).

Bacaan Lainnya

Sekretaris Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Muhammad Akhir menuturkan Launching  Antologi cerpen tersebut merupakan karya yang luar biasa. Ia sangat mengapresiasi seluruh mahasiswa yang  telah menuangkan karyanya.

“Sambutan malam ini merupakan kedua kalinya dengan kegiatan yang sama. Ini menandakan bahwa karya sastra  tidak akan ditelan alam, terlebih lagi saat ini di masa pandemi Covid-19 tidak menjadi kepada mahasiswa  Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unismuh Makassar, penghalang untuk tidak berkarya,”tandas
Muhammad Akhir.

Ia juga mengaku, antologi yang dilaunching tersebut dirinya telah baca. Muhammad Akhir menilai suatu karya yang  patut diapresiasi, karena karya sastra memerlukan pemikiran yang matang. Dan di Jurusan Pendidikan Bahasa  dan Sastra Indonesia Unismuh sendiri ditopang SDM yang sangat memadai.

“Terimakasih kepada seluruh Ananda yang telah berkarya, saya sudah baca. Karya ini, saya sangat apresiasi.  Kenapa? Menghasilkan karya ini tidak hanya ditopang dengan ilmu bahasa dalam bentuk teori tapi karya sastra itu  juga ditopang imajinasi. Dan imajinasi ini juga harus ditopang fakta atau realita utamanya entah pengalaman  pribadi. Ini bisa saja dilakukan untuk menghasilkan karya sastra,” ucapnya.

Muhammad Akhir juga meminta kepada Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan  Sastra Indonesia (PBSI) agar memberikan atau membentuk suatu program di samping dosen yang ada di Unismuh  dalam dosen sastra juga harus turut mendampingi.

“Saya berharap kepada pengurus HMJ agar memiliki ruang kedepannya. Dan kita di bahasa kaya hal itu karena  kita memiliki dosen kajian sastranya luar biasa. Saya sangat berharap dosen harus aktif dan kreatif dan  Demisioner perlu bimbingan, berikan pengalaman, mereka masih perlu diajar,” tutupnya. (Rasak).

Pos terkait