Lada Luwu Timur Dapat Sertifikat IG dari Kemenkumham RI

  • Whatsapp
Lada Luwu Timur Dapat Sertifikat IG dari Kemenkumham RI

Lada Luwu Timur Dapat Sertifikat IG dari Kemenkumham RI

LUTIM.UPEKS.co.id—Lada Luwu Timur resmii peroleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal  Kekayaan Alam Kemenkumham RI, Kamis (17/09/2020).

Bacaan Lainnya

Penyerahan Sertifikat Kekayaan Intelektual di Bidang Indikasi Geografis Lada Lutim ini diserahkan  Sekjen Kemenkumham RI Bambang Randam Sariwanto dan diterima Bupati Lutim, Thoriq Husler di Ball Room Sandeq A, Hotel Claro Makassar.

Bupati Lutim usai acara penerimaan sertifikat tersebut menyampaikan, Sertifikasi Indikasi Geografis merupakan
upaya untuk melindungi produk suatu daerah agar tidak diklaim dan dipatenkan daerah lain.

Diberikannya sertifikat IG ini, kata Bupati, untuk memberikan nilai tambah komersial, karena orisinalitasnya dan  limitasi produk yang tidak bisa diproduksi daerah lain dan melindungi dari praktek persaingan curang dalam  perdagangan dan memberi manfaat yang besar kepada masyarakat, khususnya masyarakat Lutim.

“Dengan telah diterimanya sertifikat IG untuk Lada Luwu Timur, diharapkan bisa memberikan stabilitas harga demi  kesejahteraan petani lada Luwu Timur dan kepada OPD terkait untuk mencari referensi-referensi dalam rangka  percepatan pemanfaatan sertifikat ini,” katanya.

Untuk tanda IG Lada Lutim, kata Bupati, diusulkan oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Lada Luwu  Timur (MPIG LLT), IG ini telah disusun dan diseminarkan 2018. Selanjutnya dimohonkan (digunakan untuk  permohonan tanda IGLLT pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (KI) 21 Desember 2018 difasilitasi  Asosiasi Indikasi Geografis Indonesia (AIGI).

Selanjutnya, 20 Februari 2020, Ketua AIGI menyerahkan salinan Setifikat IG Lada Lutim yang telah terbit 21  November 2019 kepada Ketua MPIGLLT pertanda tanda IG LLT sudah dapat digunakan oleh MPIG.

“Sertifikat ini merupakan bukti Lada Luwu Timur diakui kualitasnya, Kemenkumham sudah keluarkan hak  paten untuk lada kita. Ini adalah bukti bahwa lada kita layak dan memang dijamin kualitasnya,” ujar Husler.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Luwu Timur, H. Amran Syam, bahwa kegunaan Indikasi Geografis  untuk melindungi produk lokal atau daerah agar tidak diklaim perusahaan besar atau daerah lain karena  Lada Luwu Timur adalah paten milik warga Luwu Timur.

Disebutkan Amran yang juga selaku Ketua Asosiasi Petani Lada Indonesia (AKLI) sertifikasi IG bertujuan memberi  nilai lebih para produk lokal seperti Lada Luwu Timur karena bisa saja dicap atau di klaim oleh daerah lain kalau  tidak memiliki sertifikat IG.

“Sertifikasi indikasi geografis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual ini dibuat untuk mengatasi masalah  tersebut,” jelas H. Amran Syam usai mendampingi Bupati menerima sertifikat IG dari Kemenkumham RI.

Selain Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur, H. Amran Syam, turut mendampingi pada acara penyerahan sertifikat  IG, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Hj. Rosmiyati Alwy, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Amrullah  Rasyid dan Kabag Humas dan Protokol, Muhammad Rizki Alamsyah. (hms/rls).

Pos terkait