Keluarga SY, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tunggu Itikat Baik Management RSUD Maspul

  • Whatsapp
Keluarga SY, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tunggu Itikat Baik Management RSUD Maspul

Keluarga SY, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tunggu Itikat Baik Management RSUD Maspul

ENREKANG,UPEKS.co.id — Hingga saat ini Keluarga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 kasus ke 95 inisial SY
(71) masih menunggu klarifikasi dari pihak Managrment RSUD Maspul Enrekang terkait data pasien yang
dikeluarkan pihak RSUD Maspul.

Bacaan Lainnya

Versi eluarga pasien, data tak sesuai dengan fakta yang terjadi sehingga merugikan pihak keluarga pasien. Istri dan anak -anak SY meminta agar pihak RSUD Maspul memiliki itikat baik untuk menjelaskan secara resmi  kepada keluarga SY kondisi sebenarnya SY saat diperiksa di UGD Rumah Sakit tersebut.

“Bapak masuk rumah sakit karena kakinya yang dia rasakan sakit. Bukan karena demam, sesak nafas,mual  muntah dan semua yang ditulis pihak RSUD Maspul pada surat rujukan”, ata AR salah seorang anak SY.

Selain itu keluarga SY juga meminta penjelasan pihak Management RSUD Maspul perihal surat keterangan hasil  Swab yang menyatakan SY positif Covid-19 yang dikeluarkan pihak RSUD Maspul menggunakan Kop surat RSUD  Maspul dan ditandatangani oleh salah satu dokter yang bertugas di laboratorium RSUD Maspul.

“Kami memberikan waktu hingga tiga hari kedepan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan klarifikasi  langsung kepada keluarga kami. Kalau tidak maka kami yang akan mendatangi pihak RSUD Maspul untuk  meminta klarifikasi resmi mengenai dua hal yakni data pasien dan surat keterangan yang dikeluarkan oleh rumah  sakit tersebut” tegas AR.

Sementara itu dokter Emi yang bertugas di UGD RSUD Maspul saat menangani pasien tersebut menegaskan apa  yang pihaknya lakukan itu adalah hasil Anamnesis terhadap pasien. Hal ini disampaikan dokter Emi kepada Upeks  beberapa hari lalu saat dilakukan wawancara via telfon.

“Yang tahu pasien sesak atau tidak itu adalah saya sebagai dokter yang memeriksa pasien waktu itu. Tidak  selamanya yang dialami pasien itu nampak secara fisik tapi dari hasil pemeriksaan dan karena ada sesak  nafasnya sehingga ada instruksi dari UGD supaya dipasangi oksigen diruang isolasi atau di ruang perawatan”.
kata dokter Emi.

Dia mengatakan walaupun bagaimana salahnya hasil Anamnesis yang dia lakukan tapi gold standarnya yang  memeriksa  PCR mengatakan positif Covid-19 maka hasil Anamnesis tidak perlu dipermasalahkan.

” Ada juga infeksi paru-parunya. Tidak mungkin ada infeksi paru-parunya kalau tidak ada batuknya. Tidak mungkin  ada infeksi paru-paru kalau tidak ada batuk sebagai pemicunya. Yang tentukan sesak juga pasti daya sebagai  dokter yang memeriksa” tandas dokter Emi. (Sry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *