Anak Juragan Koran Harian, Didaulat Memberikan  Pidato di Hadapan,Dosen dan Mahasiswa UMI

  • Whatsapp
Anak Juragan Koran Harian, Didaulat Memberikan  Pidato di Hadapan,Dosen dan Mahasiswa UMI

TAKALAR, UPEKS.co.id–Seorang Mahasiswa Non Muslim berhasil menyelesaikan kuliahnya di salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Bagian Indonesia Timur (UMI) Makassar.

Anak juragan koran Harian  ternama di bagian selatan Drs. I Wayan Sukawiratmata dan tercatat guru SMP di Takalar sangat bersyukur dan bangga atas kelulusan anaknya, Ayu Masnathasari di program profesi dokter.

Bacaan Lainnya

Ayu Masnathasari salah satu mahasiswi kedokteran beragama Hindu, berhasil di wisuda di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), baru baru  ini.

“Ini merupakan sejarah baru yang terjadi UMI Kota Makassar. Meski beragama Hindu, Ayu bisa mengikuti semua aturan yang berlaku di UMI. Seperti wajib memakai jilbab dan mengikuti sejumlah orientasi mahasiswa di kampus Islam,” Ucap Drs. I Wayan Sukawiratmata, Selasa (22/09).

Menurut  Drs. I Wayan Sukawiratmata, Ayu ini lahir di Kabupaten Takalar, kuliah dan mengikuti pendidikan profesi sekitar 5,8 tahun.

Setiap hari penampilan Ayu di dalam kampus seperti mahasiswi lainnya. Memakai jilbab dan pakaian tertutup. Pakaian muslimah.

“Tidak mudah pak, tapi jadinya saya setiap hari banyak belajar. Lebih siap diri saja. Setiap hari ada tantangan baru.dan bukan hanya saat ini mungkin tantangan semakin kuat untuk hari esok  ,” kata Ayu yang dikutip dari ayahandanya, Drs. I Wayan Sukawiratmata.

Dikatakan Drs. I Wayan Sukawiratmata juga pelatih tinju ,
selama kuliah di kampus dengan aturan Islam, Ayu mengaku tidak merasa dipaksa memakai jilbab. Karena memang aturan di UMI sudah lama seperti itu.

“Saat dirinya tercatat sebagai mahasiswa baru di Kampus UMI dia juga  mengikuti pendidikan pesantren selama satu bulan sebagai syarat, Tapi Ayu diberikan kompensasi tidak ikut pesantren.Namun harus belajar di Pura. Sesuai keyakinan Ayu dan bisa lulus tanpa hambatan.

Sebagai bentuk penghargaan UMI terhadap prestasi dan kerja kerasnya, Ayu diberikan kesempatan memberikan pidato di depan dosen, sarjana, dan mahasiswa UMI.

Tentunya saya sebagai orang tua sangat bangga atas suksesnya anak kami menjadi dokter. Karena ini berkat kemauan keras Ayu kuliah di kampus muslim.

Awalnya memang, tentu tidak mudah bagi Ayu untuk kuliah di Kampus Muslim, tetapi karena kami sebagai orang tua melihat semangat Ayu, ketegaran Ayu yang memang memiliki cita-cita dari kecil ingin menjadi seorang dokter.

Oleh karena itu, kami sebagai orang tua dan keluarga semua mendukung, memberi semangat sehingga walau berat bagi ayu semakin hari dia semakin banyak belajar dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus.

“Kami segenap keluarga juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih buat kampus UMI Makassar, terkhusus fakultas kedokteran yang telah menerima dengan baik, mendidik Ayu selayaknya anak sendiri tidak membeda-bedakan dengan mahasiswa lain,”terang orang Tua Ayu  I Wayan Dg Nai

Semoga kedepannya kampus UMI semakin berjaya, dan tdk dipandang atau di nomor duakan, apalagi sekarang kampus UMI Fakultas Kedokteran sudah mampu meraih Akreditasi A. “Ini sangat membanggakan, tutupnya.

Sementara Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI, Zakir Sabhara yang bertemu dengan Ayu mengaku bangga. Meski beragama Hindu, Ayu tetap nyaman belajar sampai lulus menjadi dokter di UMI.

“Ini anak kerennya kedokteran. Pertama kalinya di kedokteran mahasiswa agama Hindu,” kata Zakir, ” Saya menetes tadi air mata ku,” tambah Zakir.

Zakir mengatakan, kejadian ini harus menjadi pelajaran. Meski berbeda agama, suku, ras, dan golongan, rasa ke-Indonesia-an harus tetap dijaga.

“Semua satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Zakir. (Jahar).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *