ANEKA

Ipda Purwanto, Perwira SIP Angk. 49 Sat Brimob Polda Sulsel, Temukan Kopi Varian Baru

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Saat ini minuman kopi telah digemari semua kalangan, dan bahkan kopi seakan  sudah yg menjadi gaya hidup. Bermacam varian kopi membuat para penikmatnya tidak bosan meneguk minuman  yang terkenal pahit tersebut.

Kita mengenal jenis yg umum dari tanaman kopi yaitu robusta dan arabicaI, dan banyak daerah di Indonesia  dikenal sebagai penghasil kopi.

Salah satunya yang terkenal ke seluruh dunia seperti kopi luwak yang dihargai  cukup mahal disebabkan oleh prosesnya yang alami dengan memanfaatkan enzim pencernaan di dalam tubuh
luwak.

Namun sekarang kembali muncul varian baru yang tidak kalah dengan yang sudah ada, inovasi ini dikembangkan  Ipda Purwanto SE salah satu anggota kesatuan Brimob Polda Sulsel.

Berbekal kegemarannya terhadap minuman kopi, dan juga jiwa petualangnya yang terasah saat menjalankan  tugas di pelosok daerah, maka Purwanto mencoba menbuat kopi varian baru yang diolah dengan cara yang unik  dengan memanfaatkan maggot BSF yang selama ini dikembangkannya.

Pada awalnya Purwanto berpikir kalau luwak bisa menghasilkan kopi dengan cita rasa yang enak karena pengaruh enzim sewaktu dicerna, maka demikian juga dengan maggot BSF sewaktu mencerna makanan juga  mengeluarkan enzim yg bisa membuat biji kopi mengalami fermentasi meski di luar tubuh maggot BSF.

Dengan pemikiran ini maka Purwanto melakukan beberapa percobaan agar bisa menemukan teknik dan cara  yang tepat agar hasilnya sesuai yang diharapkan.

Berkat usaha yang pantang menyerah selama sekitar dua tahunan, maka sekarang terciptalah kopi varian baru  yang mungkin baru pertama ada di Indonesia atau bahkan di dunia dengan cita rasa yang unik dan khas yang  diproses secara alami dengan memanfaatkan maggot BSF.

Untuk memaksimalkan hasilnya, dipilih kopi organik yang sudah matang dari daerah sekitar Makassar yang  terkenal dengan kopinya. Biji kopi ini kemudian digunakan sebagai pakan maggot BSF dengan perlakuan yang  khusus selama waktu tertentu, terutama untuk menjaganya tetap bersih dan aman untuk diolah menjadi kopi  unggulan.

Selain itu pada saat diproses menjadi kopi bubuk, dilakukan dengan cara yang khas agar cita rasa dan aromanya  semakin meningkat.

Untuk menjaga kualitas hasil temuannya dan agar bisa dipasarkan kepada umum, Purwanto sudah mendaftarkannya ke Kemenkumham untuk hak merk dan paten yang diberi label yang sama yaitu kopi “Maggot  BSF”,

“Selain kopi bubuk juga ada tersedia biji kopi yg siap digiling sendiri, ini biasanya dinikmati untuk cafe, kedai kopi, atau bule-bule penggemar biji kopi”, tutur Purwanto.

“Semoga varian baru dari kopi maggot BSF ini semakin melengkapi kebutuhan dari para penikmat kopi, juga petani  kopi juga semakin sejahtera dengan semakin banyaknya cara baru untuk mengolah kopi”, pesan Purwanto mengakhiri wawancaranya. (rls).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top