ANEKA

2020, Kemenag Pastikan tak Ada Pemotongan Alokasi Dana BOS Madrasah

2020, Kemenag Pastikan tak Ada Pemotongan Alokasi Dana BOS Madrasah

MAKASSAR.UPEKS.co.id—-Kemenag memastikan tidak ada pemotongan alokasi dana BOS Madrasah 2020.  Anggaran BOS 2020 yang sudah dicairkan besarannya sama alokasi tahun 2019.

Kemenag awalnya rencana naikkan anggaran tersebut, namun ditunda sementara kenaikannya karena harus  melakukan penghematan untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

“Berdasarkan hasil Raker dengan Komisi VIII DPR, Selasa lalu, diputuskan untuk melanjutkan rencana kenaikan  dana BOS Madrasah,” tutur Jubir Kemenag Oman Fathurahman di Jakarta, Kamis (10/09).

Menurut Oman, dana BOS diserahkan untuk siswa madrasah (MI/MTs/MA) dan santri pesantren  (Ula/Wustha/Ulya). Data Ditjen Pendidikan Islam mencatat ada 3.894.365 siswa MI, 3.358.773 siswa MTs, dan  1.495.294 siswa MA. Sementara santri Pesantren Ula berjumlah 27.540 orang, Wustha 114.517 orang, dan ‘Ulya  18.562 orang.

Tahun 2019, anggaran BOS Kemenag sebesar Rp800.000 (MI/Ula), Rp1.000.000 (MTs/Wustha), dan  Rp1.400.000 (MA/’Ulya). Untuk tahun 2020, anggaran ini direncanakan naik menjadi Rp900.000 (MI/Ula),  Rp1.100.000 (MTs/Wustha), dan Rp1.500.000 (MA/’Ulya).

2020, Kemenag Pastikan tak Ada Pemotongan Alokasi Dana BOS Madrasah

“Angka kenaikannya Rp100ribu per siswa madrasah dan per santri pesantren. Kenaikan anggarannya adalah  Rp874,84 miliar untuk BOS Madrasah dan Rp16,06 untuk BOS Pesantren. Total berkisar 890,90 miliar,” jelas  Oman.

Sampai Maret 2020, kata Oman, Kemenag masih dalam rencana awal untuk menaikkan anggaran BOS. Rencana  tersebut lalu tertunda seiring pandemi Covid-19. Kenaikan anggaran sebesar Rp100ribu per siswa dan santri  dialokasikan terlebih dahulu untuk menangani pandemi Covid-19.

Hal itu sejalan dengan Perppu Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem  Keuangan untuk Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-l9) dan Perpres 54/2020 tentang  Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA 2020.

Berdasarkan Surat Menkeu Nomor : S-302/MK.02/2020 tanggal 15 April 2020 tentang Langkah-Langkah  Penyesuaian Belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2020, total penghematan Kemenag mencapai  Rp2,6 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp2,02 triliun diambilkan dari porsi anggaran Ditjen Pendidikan Islam.

Dalam rangka menindaklanjuti hasil raker dengan Komisi VIII DPR, Kemenag segera menyampaikan usulan  tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan.

“Kita usul ke Kemenkeu untuk mengalokasikan BOS Madrasah
dan Pondok Pesantren tahun 2020 yang dihemat per siswa dan per santri sebesar Rp100.000,” tandasnya. (rls).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top