Teknologi 4G Telkomsel Hadirkan Sensasi Kuliah ‘Online’ dari Pedalaman

  • Whatsapp
Teknologi 4G Telkomsel Hadirkan Sensasi Kuliah 'Online' dari Pedalaman

Teknologi 4G Telkomsel Hadirkan Sensasi Kuliah 'Online' dari Pedalaman

 

Bacaan Lainnya

Ada Telkomsel Dalam ‘Gaya Hidup Digital’ Dunia Pendidikan, Konsisten Melayani Negeri

GAYA hidup digital telah merasuk dalam dunia pendidikan. Sensasinya terasa hingga daerah pedalaman bahkan  dengan kontur wilayah pegunungan.

Teknology 4G Telkomsel yang terus terupdate telah memberikan pengalaman  kuliah ‘online’ jarak jauh, bagi mahasiswa yang terpaksa harus pulang kampung dan akhirnya menjadi gaya hidup
baru dunia pendidikan di kekinian, terlebih sejak munculnya pandemik virus corona desease (covid-19).

LAPORAN: SUKAWATI

Muliati (47), terus menyaksikan putra keduanya, Muhammad Tauhid, yang sedang mengikuti kuliah virtual melalui  aplikasi meeting conference, dari balik pintu kamar.

Selama lima bulan terakhir proses pembelajaran online di rumah saja, hampir setiap hari Tauhid mengikuti kuliah  virtual. Setiap pekannya ada agenda kuliah melalui meeting conference. Di saat itu pula lah, sang ibu, Muli,  panggilannya, selalu diliputi rasa penasaran merasakan sensasi ‘online’.

“Setiap minggu pasti ada kuliahnya lewat video yang ramai-ramai itu. Masya Allah, kok bisa begitu ya. Memang  sudah luar biasa ini teknologi sekarang ini. Benar-benar kayak kuliah di ruangan kelas, tapi nyatanya mereka di  rumah masing-masing. Dulu kan, kuliah jarak jauh itu hanya dikasi modul-modul oleh dosen,” ceritanya takjub,  kepada Upeks, saat berkunjung ke kediamannya, di Aju Coloe, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Kab. Sinjai,  Sulsel, akhir Juli 2020 lalu.

Sensasi kuliah online itu, tiba-tiba merasuk tak hanya pada peserta didik saja tetapi orang tua mereka merasakan  gaya hidup baru dunia pendidikan di kekinian.

“Untung jaringan Telkomsel di sini sangat bagus. Zoom alhamdulillah stabil. Bantuan kuota internet dari kampus  juga Telkomsel, jadi alhamdulillah kuliah lancar,” lanjut Tauhid.

Awalnya, saat menerima keputusan dari kampusnya, Politeknik Negeri Ujung Pandang, terkait pemberlakuan  ‘Belajar dari Rumah’, Mahasiswa Teknik Elektro ini, sempat dilanda bimbang memikirkan soal jaringan internet di  kampungnya yang berkontur pegunungan. Haruskah tinggal saja di kos-an demi jaringan yang bagus di Kota  Makassar atau pulang kampung?

Tapi, waktu belajar di rumah yang cukup lama membuatnya mengambil keputusan harus pulang kampung. Dia  berinisiatif bila memang jaringan di Aju Coloe, dusunnya, kurang bagus untuk media meeting conference, maka dia  akan ke Kota Sinjai setiap kali akan meeting online.

“Saya tidak sangka zoom dan google meet bisa stabil begitu. Biasanya kan di rumah kita pakai telepon, sms, dan  akhir-akhir ini mulai kenalkan orang tua sama WA (WhatsApp) saja. Tapi sekarang, MasyaAllah, ternyata bisa  zoom juga di kampung, di gunung pula,” tuturnya sumringah.

Pengalaman yang sama diceritakan Nuryani Azwat. Mahasiswi semester akhir di Fakultas Sospol Universitas  Muhammadiyah Makassar ini, mengaku sangat terbantu jaringan kuat Telkomsel hingga di pedalaman Desa  Bulukumase, Kecamatan Sinjai Selatan, Kab, Sinjai, Sulsel.

Ani, panggilan akrabnya, dalam tugas akhirnya, diwajibkan mengikuti setiap seminar yang diadakan kampus biru  itu. “Karena covid-19, maka kami pun mengikuti setiap web seminar (webinar) yang diadakan. Kemunculan di  webinar sebagai absen kami. Tidak ada kendala jaringan. Alhamdulilah, jaringan Telkomsel di sini sangat bagus,
zoom lancar jaya. Alhamdulillah, meskipun di kampung, saya tidak pernah alfa dengan agenda webinar kampus,”  tuturnya.

Kelancaran komunikasi ‘Kuliah Online’ itu diakui pula oleh Dosen Apresiasi Puisi dan Akbicara Mangkasarak,  Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Makassar (UNM), Aswati Asri SPd, MPd. Menurutnya,  sejauh ini, proses perkuliahan online berjalan lancar. Mahasiswanya yang 90% berada di kampung masing- masing, sangat terbantu oleh jaringan telekomunikasi yang semakin baik.

Meski tidak setiap perkuliahan online dilakukan dengan meeting conference, namun dalam setiap tema pembelajarannya, meeting conference menjadi keharusan.

“Bayangkan kalau mata kuliah apresiasi puisi tanpa melihat mimik muka dan intonasi suara. Maka di sinilah, saya menghadirkan kuliah lewat aplikasi meeting conference. Kalau teori dan lainnya biasa saya melalui google classroom dan WhatsApp saja,” tutur wanita yang selalu tampil di panggung membacakan puisi atau pun main  teater ini, kepada Upeks, Sabtu (22/8/2020).

Guna kelancaran komunikasi dosen-mahasiswa, lanjutnya, UNM telah bekerjasama dengan Telkomsel memberikan bantuan kuota internet untuk dosen dan mahasiswa.

“Program itu sangat membantu. Apalagi  mahasiswa di kampung semua terjangkau oleh jaringan Telkomsel,” ujarnya.

Ada Online, Ada Telkomsel Teknologi 4G Terupdate

Kuatnya jaringan Telkomsel-lah yang membuat para mahasiswa di kampung-kampung pedalaman itu tetap  sumringah mengikuti kuliah online, bahkan dengan aplikasi video conference.

Hal itu menurut General Manager Network Operation & Quality Management Regional Sulawesi Telkomsel,

Muhammad Idham Kadir, tidak terlepas dari komitmen Telkomsel yang terus melakukan pembangunan BTS untuk  memperluas coverage dan meningkatkan kapasitas BTS di Regional Sulawesi termasuk di wilayah Sulawesi Selatan.

Untuk Kabupaten Sinjai, Telkomsel telah hadir dengan 57 BTS dan semuanya telah didukung oleh technology 4G  terupdate.

“Khusus untuk Kecamatan Sinjai Selatan sendiri telah dicover oleh 4 BTS Telkomsel dan semuanya sudah dilengkapi dengan 4G Band L900 yang mempunyai  coverage yang lebih luas untuk menjangkau daerah-daerah pegunungan,” jelas Idham, kepada Upeks, Minggu
(30/8/2020).

Dijelaskan, sejak awal tahun 2020 Telkomsel telah melakukan penambahan new 4G sebanyak 667 dan  melakukan upgrade kapasitas sebanyak 1.765 di Sulawesi Selatan.

Agar jaringan merata ke seluruh wilayah, Telkomsel melakukan pemetaan dalam menghadirkan layanan di  perkotaan dengan daerah-daerah pedalaman. Yakni dari sisi kapasitas dan coverage.

“Untuk daerah perkotaan yang jumlah penduduknya besar dibutuhkan BTS yang rapat rapat atau berdekatan agar bisa mencukupi kapasitasnya, sedangkan untuk daerah-daerah pedalaman yang dibutuhkan adalah  coverage-nya yang luas, karena penduduknya tersebar dan tidak merata, oleh karena itu untuk daerah pedalaman  kami menggunakan tower-tower yang
tinggi agar coveragenya semakin luas, dan menggunakan 4G Band LTE 900 yang mempunyai coverage yang lebih luas dibandingkan band LTE lainnya,” papar Idham.

Inilah komitmen Telkomsel untuk menghadirkan layanan Telkomunikasi yang handal terutama layanan data dan  digital.

Hal ini juga sebagai peran Telkomsel untuk mendukung program pemerintah dalam pemerataan pembangunan di bidang telekomunikasi dan informasi. (suk)

Pos terkait