Reaktif, Eksekusi Kasus IPAL Tertunda, Ini Penjelasan Kajari Takalar

  • Whatsapp
Reaktif, Eksekusi Kasus IPAL Tertunda, Ini Penjelasan Kajari Takalar
TUNDA. Kajari Takalar, Syafril SH konfrensi pers tertundanya eksekusi Amiruddin di Kabupaten Takalar.
Reaktif, Eksekusi Kasus IPAL Tertunda, Ini Penjelasan Kajari Takalar

TUNDA. Kajari Takalar, Syafril SH konfrensi pers tertundanya eksekusi Amiruddin di Kabupaten Takalar.

TAKALAR,UPEKS.co.id.—Tertunda eksekusi kasus dugaan Ijazah Palsu (IPAL) yang juga anggota DPRD dari PDIP, H Amiruddin.

Kasipidum Kejaksaan Takalar Asriani As’ad mengatakan, alasan tertundanya eksekusi, karena ada instruksi dari  kementerian Hukum dan HAM. “Bahwa terpidana,sebelum dikirim ke Lapas lebih awal dilakukan Rapid tes”  terangnya.

Dari hasil rapid tes, dilakukan Pihak Dinas Kesehatan kabupaten Takalar terhadap Amiruddin Mami sebanyak tiga  kali dilakukan pemeriksaan hasilnya reaktif.

“Sehingga bersangkutan atau tersangka, dilakukan isolasi mandiri.Namun tetap kita koordinasi dengan pihak  petugas covid 19.Hasil rapid tes dikeluarkan oleh Dinas kesehatan atau petugas gugus Covid 19.”ujar Asriani.

Amiruddin sementara ditangani opetugas gugus Covid 19, karena bersangkutan reaktif, tetap ada pengawasan  kepolisian dan ada yang menggaransi.

“Iya,tetap ada yang menggaransi,bersangkutan sudah terpidana pada kasus IPAL (Ijasah Palsu) tahun 2018  lalu.”ungkapnya.

Sementara Kejari Takalar Syafril SH.MH mengatakan, salah satu syarat setiap kita melakukan eksekusi atau  pemindahan tahanan itu harus mengikuti protokol kesehatan sebagaimana peraturan Kemenkumham.

“Soalnya penerimaan tahanan dari pengadilan Itu harus dilakukan dengan hasil non reaktif oleh Jaksa itu harus  dilampirkan”ujarnya.

Lanjut, jadi yang diterima hasil tesnya non reaktif sementara kita periksakan yang bersangkutan itu hasilnya  reaktif. Berdasarkan hasil keterangan pemeriksaan dari pemkab Takalar melalui gugus tugas percepatan  penanganan Corona virus (Covid 19)”ujarnya.

Menurut Syafril, setelah rapid test dan hasilnya reaktif, berlakulah prosedur penanganan covid 19 oleh gugus  tugas.

“Jadi yang bersangkutan belum bisa kita eksekusi tetapi dia harus menjalani isolasi ke tempat wisata yang  ditetapkan pemerintah.

Sementara Gugus Covid 19 Takalar Mahardi mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan Rapid tes, Amiruddin Reaktif  covid 19, jadi kita lakukan isolasi mandiri dan ini malam kita langsung isolasi di Swiss bell Hotel Makassar jalan  Penghibur.

“Jadi saya sudah berkoordinasi gugus provinsi Sulsel, legislator dari partai PDIP diisolasi empat hari,lewat empat  hari dilakukan swab tes sebanyak dua kali,” terangnya.(penulis: Jahar)

Pos terkait