Partai Baru Unjuk Gigi di Pilwali, JSI: Bisa Berkontribusi untuk Kandidat

  • Whatsapp
Partai Baru Unjuk Gigi di Pilwali, JSI: Bisa Berkontribusi untuk Kandidat

Partai Baru Unjuk Gigi di Pilwali, JSI: Bisa Berkontribusi untuk Kandidat

MAKASSAR, UPEKS. co.id— Empat bakal pasangan calon (bapaslon) sudah mencukupi partai untuk melenggang
ke pendaftaran pada 4-6 September 2020 di kantor KPU Makassar. Hampir setiap kandidat didukung dan diusung
oleh partai baru baik yang sudah punya kursi di DPR maupun yang belum punya sama sekali.

Bacaan Lainnya

Sebut saja misalnya, pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando diusung oleh Perindo dan PSI,  Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi baru-baru ini didukung oleh Partai Gelora, dan Irman  Yasi Limpo-Andi Zunnun juga baru-baru ini menyatakan jika mereka bakal diusung oleh Partai Berkarya.

Partai baru ini pastinya akan memanfaatkan dengan baik momen Pilwali Makassar untuk menaikkan popularitas  dan memanaskan mesin politik. Pengamat politik sekaligus manager strategi dari Jaringan Suara Indonesia (JSI)  Nursandi mengatakan, partai baru sedang mencari jalan mencapai kemapanan politik.

“Dari sisi elektoral, partai baru memang tertinggal dari partai-partai menengah ke atas. Partai baru seperti PSI,  Perindo, Berkarya dan Gelora tengah mencari jalan kemapanan politik,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (27/8/20).

Meski demikian, kata Nursandi, keberadaan partai baru sebagai pendukung salah satu kandidat tetap punya  dampak terhadap keterpilihan kandidat. Minimal infrastrukutur partai dapat bermanfaat untuk kerja-kerja elektoral.

“Apalagi Perindo dan Berkarya memiliki kursi di DPRD Makassar. otomatis menambah dukungan kursi bagi  kandidat. Ditambah lagi dengan infrastruktur partai yang dimiliki, juga bisa memberikan insentif elektoral bagi kandidat,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Nursandi, cara partai baru dalam memainkan perannya di medan kontestasi tentu bisa menciptakan  simbiosis mutualisme antara partai baru dengan kandidatnya. Untuk itulah partai baru perlu menunjukkan kerja-  kerja politiknya di mata kandidat.

“Biasanya ada kader yang disodorkan untuk mengisi peran tertentu di dalam tim koalisi pemenangan. Peran-peran  yang diisi oleh kader parpol juga lebih banyak ditentukan oleh kandidat tanpa mengesampingkan masukan dari parpol koalisi pengusung dan pendukung,” tandasnya. (jir)

Pos terkait