Klasterisasi PT, UMI 64 Secara Nasional, PTS Posisi Pertama Luar Jawa

  • Whatsapp
Klasterisasi PT, UMI 64 Secara Nasional, PTS Posisi Pertama Luar Jawa

Klasterisasi PT, UMI 64 Secara Nasional, PTS Posisi Pertama Luar Jawa

MAKASSAR.UPEKS.co.id–Alhamdulillah, UMI tetap menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Kawasan  Indonesia Timur, bahkan di luar Pulau Jawa.

Bacaan Lainnya

PTS yang berjargon berilmu amaliah, beramal ilmiah, dan berakhlaqul karimah, serta berdaya saing tinggi ini  kembali mencatatkan namanya sebagai perguruan tinggi unggulan dalam program klasterisasi perguruan tinggi  secara nasional tahun 2020.

Dalam website resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan  (Kemendikbud) RI, Selasa (18/8/2020) menempatkan UMI berada dalam 100 besar atau tepatnya urutan 64 dari  dua ribu lebih PTN/PTS klasterisasi secara nasonal.

Wakil Rektor I UMI Dr. Ir. Hanafi Ashad, S.T, M.T mengatakan, apa yang dicapai UMI saat ini merupakan buah dari  kerjasama secara kolektif yang baik dari semua tingkatan civitas akademika UMI.

“Klasterisasi perguruan tinggi 2020 oleh Kemdikbud, UMI berada di peringkat ke 64. Ini yang perlu diapresiasi  civitas akademika UMI dan tentu ini adalah kerja keras dari semua pihak mulai dari tingkat prodi hingga  universitas,” kata Hanafi Ashad, Rabu (19/8).

Hanafi menjelaskan, klasterisasi perguruan tinggi tahun ini oleh Kemendikbud, terbilang lebih berat. Itu terlihat dari  jumlah PT yang masuk dalam klaster 3 dimana hanya berjumlah 97 PT. sedangkan tahun sebelumnya sebanyak  kurang lebih 400 kampus.

“Ini memang sudah lama kita cita-citakan bagaimana UMI ini masuk dalam 100 besar. Sepertinya untuk tahun  2020 ini sistem klasterisasi yang dilakukan Kemendikbud ini cukup ketat. Sebagai contoh kalau tahun lalu di klaster  3 ada 400-an perguruan tinggi sekarang tinggal 97. Artinya ada lebih dari 300 yang terdepak ke klaster bawah  lagi,” papar Dr Hanafi Ashad.

“Jadi sekarang ini tidak mengenal lagi pemeringkatan tapi adalah klasterisasi. Ini tidak lain adalah Kemendikbud  melakukan pemetaan seperti apa layanan perguruan tinggi se-Indonesia. Yah kita tentu saja terus berupaya  perbaiki posisi dalam klasterisasi kita dan kita sudah bisa melihat bahwa kekurangan kita ada pada dua indicator  terakhir yakni indicator output dan outcome,” sambung Dr Ashad.

Diketahui penentuan urutan dalam klasterisasi perguruan tinggi se-Indonesia itu ditentukan oleh 4 indikator,  diantaranya mutu SDM dan mahasiswa (input), pengelolaan kelembagaan perguruan tinggi (proses), capaian  kinerja jangka pendek yang dicapai oleh perguruan tinggi (output), dan capaian kinerja jangka panjang perguruan  tinggi (outcome).

Dari keempat indikator tersebut, UMI meraih skor cukup baik. Untuk indikator Input, PTS yang berdiri tahun 1954 ini  meraih skor 2788, Proses 2966, Output 1045, dan Outcome 1039. (rls).

Pos terkait