Gubernur Sulsel Resmikan Landmark Pertama BPJAMSOSTEK di CPI

  • Whatsapp
Gubernur Sulsel Resmikan Landmark Pertama BPJAMSOSTEK di CPI

Gubernur Sulsel Resmikan Landmark Pertama BPJAMSOSTEK di CPI

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Menjadi salah satu kota besar di Indonesia, sudah selayaknya kota Makassar memiliki  Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang asri dan luas. Selain sebagai paru-paru kota, RTH juga bisa dimanfaatkan  sebagai tempat bagi masyarakat berolahraga atau bersosialisasi satu dengan yang lain.

Bacaan Lainnya

Kebutuhan akan RTH tersebutlah yang menjadi dasar sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan  dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), institusi yang bergerak di bidang jaminan sosial  ini membawa misi untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan membangun Landmark BPJAMSOSTEK.

Setelah melalui proses pembangunan selama 18 bulan, akhirnya Landmark BPJAMSOSTEK di Kota Makassar  resmi dibuka pada tanggal 29 Agustus 2020. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan kembali aset kepada  pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan ditandatanganinya prasasti oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin
Abdullah dan Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto.

“Pembangunan landmark ini bertujuan untuk memperkenalkan BPJAMSOSTEK kepada masyarakat, serta  menyediakan ruang terbuka hijau yang bisa digunakan oleh masyarakat sebagai arena bermain anak, olahraga,  hingga ajang bersosialisasi,” ucap Agus.

Untuk lebih memperkenalkan program dan manfaat yang dimiliki oleh BPJAMSOSTEK, maka RTH seluas 2,5  hektare yang berlokasi di Center Point of Indonesia ini dibagi menjadi 4 zona sesuai dengan jumlah Program  Jaminan Sosial yang dimiliki oleh BPJAMSOSTEK.

Zona pertama adalah zona Jaminan Hari Tua (JHT) yang berisikan jalur refleksi. Zona kedua yaitu zona Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang berisi fasilitas olahraga. Zona ketiga bernama zona Jaminan Pensiun (JP) yang  merupakan jalur jalan dan area untuk bersantai. Zona keempat diberi nama zona Jaminan Kematian (JKM) yang  berisikan fasilitas ampitheater sebagai tempat perenungan dengan 30 tiang di atas kolam.

Pemprov Sulawesi Selatan sengaja menempatkan Landmark BPJAMSOSTEK di lokasi tersebut karena di tempat  yang sama telah berdiri Masjid 99 Kubah yang juga menjadi ikon kota Makassar dan pasti akan banyak dikunjungi  oleh wisatawan.

“Pemprov Sulawesi Selatan mengapresiasi dan berterima kasih kepada BPJAMSOSTEK yang telah membangun  taman yang indah ini, kami berkomitmen menjaga, merawat dan memanfaatkannya untuk kegiatan-kegiatan  positif,” ujar nurdin.

Proses pembangunan Landmark BPJAMSOSTEK di kota Makassar ini dimulai sejak Desember 2017 yaitu berupa  penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BPJAMSOSTEK dan Pemprov Sulsel.

Kemudian pada bulan April 2018 dilanjutkan dengan pencanangan pembangunan landmark, yang akhirnya pada  29 Agustus 2020 diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan status hibah.

“Kami mengapresiasi program TJSL yang telah diimplementasi oleh manajemen berupa Ruang Terbuka Hijau,  kami berharap Landmark BPJS Ketenagakerjaan ini dapat mendukung kelestarian lingkungan dan memberikan  kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” tambah Guntur Witjaksono, Ketua Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK.

Saat ini BPJAMSOSTEK juga sedang menyelesaikan pembangunan RTH dengan konsep serupa di Kabupaten  Gianyar Bali, serta melakukan penjajakan dengan beberapa pemerintah Provinsi atau Kabupaten untuk rencana  pembanganan RTH lainnya.

“Semoga RTH ini dapat menjadi kebanggan baru kota Makassar dan kami berharap masyarakat ikut menjaga  kelestarian taman ini dan memanfaatkannya untuk beragam kegiatan postif,” tutupnya. (Mimi).

Pos terkait