FPMP Kawal Layanan Kesehatan Produksi Perempuan di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
FPMP Kawal Layanan Kesehatan Produksi Perempuan di Tengah Pandemi

FPMP Kawal Layanan Kesehatan Produksi Perempuan di Tengah Pandemi

MAKASSAR.UPEKS.co.id – Di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, Forum Pemerhati Masalah Perempuan  (FPMP) Sulsel ingin memastikan layanan kesehatan reproduksi perempuan tetap maksimal dan juga ramah  disabilitas. Apalagi saat ini masuk era kebiasaan baru.

Bacaan Lainnya

“Selama ini pelayanan pada kelompok disabilitas disamakan dengan yang lainnya, padahal kan itu berbeda,” kata  Koordinator FPMP Sulsel, Nina A Basira, dalam kegiatan penguatan kapasitas kesehatan reproduksi yang inklusif  dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru, di Balaikota Makassar kemarin

“FPMP konsen pada reproduksi perempuan dan juga disabilitas agar bisa dilayani dengan baik,” tambahnya.

Sejak 2015, FPMP Sulsel bersama Jaringan Perempuan Peduli Kesehatan (JP2K) bersama lembaga lainnya  konsen pada isu kesehatan reproduksi perempuan.

Saat masa pandemi Covid-19 pun, FPMP melalui pos pelayanan pengaduan tetap melakukan kerja-kerja advokasi  dan berjejaring dengan pihak-pihak untuk memastikan layanan kesehatan reproduksi perempuan tetap maksimal  dan juga ramah disabilitas.

Salah satu persoalan yang sering muncul pada masa pandemi ini adalah sulitnya kelompok disabilitas mengakses  layanan kesehatan reproduksi di faskes tingkat pertama dan kurangnya informasi serta pemahaman terkait  layanan kesehatan reproduksi yang ramah disabilitas yang mereka butuhkan.

“Kehadiran pos layanan pengaduan FPMP diharapkan mampu menjadi pusat informasi dan bantuan untuk semua  masyarakat dan disabilitas, terutama untuk informasi layanan kesehatan dan kesehatan reproduksi,” katanya.

Menurut Manajer Program Kesehatan Perempuan FPMP Sulsel, Alitha Karen, selama pandemi ini pihaknya telah  mengawal empat kasus.

Pertama kasus seorang disabilitas, kedua tentang istri wartawan yang akan melahirkan, ketiga proses rujukan ke  rumah sakit yang tidak mengikuti protokol kesehatan, dan keempat adalah laporan bahwa perempuan tidak  dilayani saat akan melahirkan jika belum menjalani rapid.

Pengurus Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sulsel, Kandacong, berharap bahwa semua  pihak bisa membuka ruang seluas-luasnya untuk disabilitas sehingga bisa menjalani kehidupan tanpa merasa ada  kesulitan.

Terkait dengan masih banyaknya perempuan yang enggan memeriksakan kandungan dan dirinya ke rumah sakit  karena takut terpapar Covid-19, spesialis kebidanan kandungan, dr Eka Nurbani Bangsawan, meminta agar tidak  perlu khawatir. Ia mengatakan bahwa saat ini sudah banyak klinik dan rumah sakit ibu dan anak yang membuka  pelayanan seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Makassar.

“Perlu yang diperhatikan tentang protokol kesehatan: pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” katanya. (Mimi).

Pos terkait