Bersalin dengan JKN-KIS Tak Perlu Khawatirkan Biaya

  • Whatsapp
Bersalin dengan JKN-KIS Tak Perlu Khawatirkan Biaya
Narasumber : Sarah
Bersalin dengan JKN-KIS Tak Perlu Khawatirkan Biaya
Narasumber : Sarah

Majene, Upeks.co.id – Sejak mulai beroperasi pada tahun 2014 silam, Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sarah, salah satu peserta JKN-KIS mengungkapkan hal serupa. Kepada tim Jamkesnews, ia menceritakan pengalamannya. Ibu yang merupakan warga Desa Buttu Baruga, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene ini terdaftar dalam Program JKN-KIS pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah setiap bulannya.

Bacaan Lainnya

Sarah bercerita bahwa dirinya baru saja menggunakan Kartu JKN-KIS yang ia miliki untuk proses persalinannya. Ia melanjutkan bahwa setelah dirinya mengetahui bahwa ia mengandung, bidan di Puskesmas menganjurkan untuk selalu rutin memeriksakan kehamilannya.

“Pada awalnya saya agak ragu untuk rutin periksa di Puskesmas, alasannya karena takut banyak biaya yang harus kami keluarkan setiap kali berkunjung,” ucap Sarah.

Namun, dirinya merasa sangat lega ketika mendapatkan penjelasan dari bidan di Puskesmas tempat ia memeriksakan kehamilannya bahwa biaya pemeriksaan kehamilan juga ditanggung oleh Program JKN-KIS.

“Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan Program JKN-KIS ini. Pada saat pemeriksaan rutin pun, bidan yang melayani sangat ramah. Saya selalu diberikan saran seperti makanan apa saja yang perlu dikonsumsi agar perkembangan bayi saya baik,” terang Sarah.

Mendapatkan pelayanan yang baik dan tanpa kendala, itulah kesan mendalam yang dirasakan oleh Sarah saat bersalin menggunakan kartu JKN-KIS yang ia miliki.

“Proses persalinan saya kemarin berjalan lancar, walaupun saya bersalin di Puskesmas, saya rasa tidak ada perbedaannya dengan bersalin di rumah sakit. Petugas yang membantu proses persalinan saya juga sangat hati-hati. Saya tidak tahu, seandainya tidak ada kartu JKN-KIS. Karena saya tahu kalau biaya persalinan cukup mahal bagi kami, apalagi di tengah kondisi pandemi saat ini,” terang Sarah. (Jamkesnews)

Pos terkait