ANEKA

⁣Pelaut Asal Luwu Tewas Ditusuk di Kapal, 10 Tahun tak Pulang Kampung

LUWU.UPEKS.co.id—Seorang pelaut ABK ASL Pelician yang mnerupakan warga Luwu meninggal ditikam  rekannya, Sabtu (1/08). Pelaku diduga dalam keadaan mabuk.

Korban Erwin Darlis (33) asal Dusun Kombong, Desa Kurrusumanga Kecamatan Belopa, merupakan tulang  punggung keluarganya. Untuk kepentingan pengusutan, pelaku di Polres Balerang, Batam.

Salah seorang keluarga korban bernama SM mengatakan, keluarga menunggu jenasa Erwin dipulangkan ke  keluarganya untuk dimakamkan.

“Kasihan ibu korban selalu pingsan karena ingat anaknya yang tidak pernah pulang ke kampung. Terakhir ketemu  saat diwisuda 10 tahun silam, selanjutnya berlayar,” ujarnya seraya mengatakan, kami menunggu dibawa pulang jenasahnya, karena ada ji om disana urus jenazahnya yang saat ini proses otopsi.

Erwin adalah putra kedua dari 7 bersaudara. Dia memiliki 4 saudara perempuan dan 2 saudara laki -laki, meski  dia bukan anak pertama tapi ia yang menggantikan peran ayahnya sebagai tulang punggung keluarga.

Bapaknya bernama Darwis sudah lama meninggal. Hanya Erwin yang dianggap memiliki pekerjaan yang lebih baik  dari saudaranya yang lain. Ibunya yang biasa disapa mama Saiful sangat terpukul dengan kepergian anaknya yang  sangat tragis di tangan seorang pemuda asal Toraja bernama Patanduk Tendengan, asal Toraja. Pelaku kini  sudah diamankan di Polres Balerang, Batam.

Khabarnya pelaku sedang mabuk saat tiba di kapal, korban mengingatkan kepada pelaku agar tidak pulang larut  malam. Teguran tersebut tak diterima dengan baik oleh pelaku.⁣

Pelaku tiba-tiba mengambil benda tajam dan mengejar korban. Saat mendapati korban, pelaku langsung menghujamkan  benda tajam 9 kali. Akibat luka serius yang diderita, korban meninggal dunia.⁣

Tak berapa lama, pelaku  diamankan petugas kepolisian dan kini diamankan di Mapolr⁣es Balerang untuk  mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sepupu ku korban ditikam sebanyak 9 kali, di beberapa bagian tubuh. Kabarnya, pelaku pulang begadang jam 3 shubuh  dan ditegur oleh korban. Tak terima ditegur, pelaku marah dan mengambil benda tajam di dapur dan menikam.  tikam. Begitu informasi dari sana (lokasi kejadian),” ungkap Muhammad Ard.

Ia berharap pihak kepolisian Di Batam menangani kasus ini dengan baik dan diberi hukuman setimpal. (kartini  echa).

Loading...

#TRENDING

To Top