ANEKA

Warga Gowa Manfaatkan Limbah Kayu Bernilai Jual

Warga Gowa Manfaatkan Limbah Kayu Bernilai Jual

GOWA, UPEKS.co.id — Dampak pandemi Covid-19 membawa kesulitan ekonomi bagi berbagai pihak, tak  terkecuali bagi yang mencari nafkah dibidang interior.

Irwan Dg. Rola yang bermukim di kabupaten Gowa misalnya, semenjak wabah Covid-19 melanda Indonesia  khususnya di Sulawesi Selatan, dirinya merasakan dampak yang sangat luar biasa lantaran jasa untuk  menginterior dan dekoratif rumah dan membuat furniture rumah jadi terhambat dan tak ada lagi proyek yang  datang.

Dari efek tersebut, Irwan Dg Rola beralih profesi dengan membuat kerajinan jam dinding, ada yang berbeda  dengan jamnya, biasanya jam dibuat dari bahan plastik, ditangan seni Dg Rola (Sapaan akrab Irwan), bahan  limbah kayu yang ia dapatkan ditetangga rumahnya bisa disulap dengan kerajinan yang dapat menghasilkan
pundi-pundi Rupiah.

Saat ditemui wartawan dikediamannya di jalan Palantikang kelurahan Pandang-Pandang Kecamatan Somba Opu  Kab. Gowa, Minggu (05/07/2020) Irwan Dg Rola menceritakan jika ia beralih membuat kerajinan jam dinding dari  limbah kayu yang ia daur ulang.

” Dihari-hari biasa jauh sebelum wabah Covid-19 itu, biasanya saya kerjakan mendesain rumah dengan motif cat  yang memiliki ciri khas dan membuat interior rumah, tetapi wabah ini membuat saya untuk beralih membuat  kerajinan jam dinding dari limbah kayu,” ujarnya.

Ia mengaku memproduksi jam dinding dengan berbagai macam bentuk sesuai yang diminta oleh konsumen yang  dijual mulai Rp 40.000 hingga Rp 85.000 per buah.

” Saya buat jam dinding tersebut dengan bahan dasar kayu yang dibentuk sedemikian rupa, selain itu juga  pelanggan atau pembeli dapat memesan bentuk jam dinding sesuai dengan keinginannya,” katanya.

Dirinya menambahkan bahwa, meski masih menggunakan alat sederhana saja , dirinya bisa mengolah limbah  kayu yang didapatkan dari para tetangganya menjadi kerajinan seni yang memiliki nilai jual.

” Produksi jam dinding nya saya memakai alat sederhana saja, mesin produksi saya rakit sendiri karena  keterbatasan alat dan uang untuk membeli, sementara bahan limbahnya saya dapat dari para tetangga yang saya  olah untuk membuat kerajinan jam dinding kayu,” tambahnya.

Terbatasnya alat produksinya ini membuat, Irwan Dg Rola berharap perhatian khusus terutama pemerintah  Kabupaten Gowa untuk membantu alat untuk produksi terlebih karena saat membuat jam dinding dari limbah kayu  dijadikan mata pencarian utama bagi keluarganya di masa sulit seperti saat ini.

Dalam satu produk jam dindingnya, ia bisa membuat 15 hingga 20 menit, meskipun hanya memakai alat sederhana  untuk mengerjakannya, jam dinding kreasi Irwan memiliki seni dan berkualitas yang diklaimnya baru pertama kali  ada di Sulawesi Selatan dengan memakai bahan limbah kayu.

Ia memulai bergelut dengan dunia kayu mulai tahun 1991, berbagai produk olahan kayu ia telah hasilkan, mulai  meja makan, lemari, kursi, tempat tidur, partisi rumah, lemari dapur dan masih banyak lagi yang lainnya telah  dihasilkan tetapi banyaknya saingan membuat Irwan beralih membuka jasa dekoratif rumah.

Jasa dekoratif rumah ia buat memiliki ciri khas dengan cat bernuansa walpaper yang ia tawarkan. Sekolah hingga  perkantoran di kabupaten Gowa telah ia telah kerjakan tetapi ditengah pandemi Covid-19 ini membuat Irwan Dg  Rola beralih profesi lagi dikarenakan sepinya job yang masuk.

Penjualan jam dinding kayunya, lanjutnya ia pasarkan lewat media sosial facebook, whatsapp, dan instagram  dengan akun @Rola_kreasi dan nomor whatsapp 085230899491.

Jam kreasinya ini juga sangat cocok untuk buah tangan atau oleh-oleh, cendramata, kado ulang tahun, kado  pernikahan, wisuda dan masih banyak lagi yang lainnya. (Sofyan)

#TRENDING

To Top