Tolak Indomaret, Pendemo Tuntut Empat Poin ke Pemerintah

  • Whatsapp
Tolak Indomaret, Pendemo Tuntut Empat Poin ke Pemerintah

Tolak Indomaret, Pendemo Tuntut Empat Poin ke Pemerintah

ENREKANG,UPEKS.co id — Asosiasi Pedagang Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Enrekang demo di depan  kantor Bupati Enrekang, Rabu (15/7/2020).

Bacaan Lainnya

Kelompok unjuk rasa yang terdiri dari Mahasiswa dan Pelaku UKM se Kabupaten Enrekang Melakukan orasi dan  bakar ban sebagai protes atas semakin maraknya berdiri Indomaret di Enrekang.

Syamsul, Jendral Lapangan mengatakan, keberadaan Indomaret akan menggeser para pedagang tradisional dan  usaha kecil. Selain itu menurutnya dampak sosial yang ditimbulkan adanya persaingan ekonomi yang tidak sehat  serta adanya monopoli perdagangan dari pihak Indomaret.

“Yang sangat disayangkan, pemerintah seakan tutup mata melihat kondisi perekonomian rakyat dan memberi  beban yang sangat berat kepada para UMKM dengan memberikan izin untuk mendirikan Indomaret,” ujarnya.

Jika pemerintah tak mempedulikan hal tersebut, dia yakin satu persatu UKM yang ada di Enrekang akan gulung  tikar, tambahnya

Terdapat empat poin yang menjadi tuntutan para pendemo, Mendesak DPRD Enrekang menolak Minimarket,  Alfamidi dan Indomaret masuk ke Enrekang.

Selain itu, copot Kadis Perindag Kabupaten Enrekang yang telah memberikan izin kepada pihak Indomaret tanpa  melalui kajian dan tidak memperhatikan dampak negatif atau degradasi yang timbul oleh Indomaret.

Tuntutan lain, copot Kadis PMPTSP karena telah menerbitkan izin prinsip dengan 10 ketentuan yang kesemuanya  kesemuanya menyalahi aktivitas kegiatan yang dilakukan Indomaret yang sudah berdiri sebelumnya.

Selanjutnya, meminta bupati menolak Alfamart,Indomaret dan Alfamart di Kabupaten Enrekang karena  mengancam UKM di Enrekang.

Setelah melakukan pembakaran ban dan berorasi, sekitar 10 perwakilan pengunjuk rasa diterima Wakil Bupati  Enrekang, Asman di ruang kerjanya.

Saat menerima pengunjuk rasa, Wabup didampingi Sekda Enrekang, Asisten, Kadis PMPTSP, Kadis Perindag  dan beberapa Kabid terkait masalah ini. (Sry)

Pos terkait