Terpercik Berkah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Terpercik Berkah Pandemi Covid-19

Usaha Face Shield Custom

Terpercik Berkah Pandemi Covid-19

Bacaan Lainnya

Pandemi Covid-19 tak hanya menyebabkan kelesuan ekonomi, hampir di semua sektor. Pandemi ini juga bisa berbalik menjadi peluang usaha. Seperti yang dirasakan pasangan Fatri Oktavia Djafar (32) dan
Mulyadi Masyur (45) yang berhasil memproduksi face shield yang tengah booming saat ini.

Laporan : Abd Razak

Fatri atau yang biasa dipanggil Gadis, tak menyangka, face shield yang diproduksinya sendiri itu bisa merebut hati banyak orang. Padahal awalnya, ide membuat face shield itu bukan sebagai pelindung dari terpapar virus corona.

“Saya awalnya tidak ada kepikiran untuk bisnis face shield. Malah sebenarnya hanya sebagai pengaman saat membuat sambel ayam geprek,” ujarnya.

Usaha Gadis awalnya, memang bergerak di bidang kuliner. Dia menjalankan usahanya secara daring. Jauh sebelum pandemi Covid-19 muncul.

Salah satu menu favorit di usahanya yakni, ayam geprek. Sambelnya diulek dengan tangan. Tak memakai blender.

Suatu ketika, ada pesanan ayam geprek, dia pun meracik dan mengulek sendiri sambelnya. Tanpa disengaja, biji lombok segar muncrat dan mendarat tepat di bola matanya. Perih.

“Pedis sekali, saya merasakannya hingga dua hari. Ini karena memang bijinya langsung masuk ke mata,” tambahnya.

Karena kejadian itulah, suaminya memberi ide untuk membuat Pelindung wajah transparan yang ringan dan aman digunakan saat mengulek sambel.

Ide itu pun berambut. Dia pun keesokan harinya menggunakan pelindung wajah saat mengolah sambel.

“Ehhh… Tidak disangka ada pelanggan yang datang ke rumah ingin mengambil pesanannya. Dia lihat face shield yang saya gunakan itu. Dia langsung bertanya, beli dimana? Dia juga ingin membeli face shield itu,” katanya.

Namun saat itu, di Makassar masih sangat jarang ditemukan Face Shield. Bahkan bisa dikatakan belum ada yang memproduksinya apalagi menjual.

“Dari situlah, saya langsung menawari kalau berminat nanti dibuatkan,” timpal Mulyadi.

Ternyata belum seminggu, orderan Face Shield mengalahkan orderan ayam geprek, sampai akhirnya mereka lebih banyak fokus untuk memproduksi face shield.

“Alhamdulillah, pesanan face shield tak berhenti berdatangan. Kadang dalam sehari kami menerima orderan 70 hingga seratusan piece,” tambah Gadis.

Mau tak mau, akhirnya sebagian besar waktunya digunakan untuk memproduksi face shield itu. Untuk pemasaran sendiri, dia melempar produknya via media sosial juga melalui jaringan pertemanan.

Produknya pun telah menembus corporate. Terdapat beberapa kantor, rumah sakit, bank dan mal yang menjadi pelanggannya. Bahkan juga sudah dilempar keluar Makassar, yakni ke Papua, Palu, Manado, dan Ambon

“Tingginya permintaan face shield ini membuat kita sempat kesulitan mencari bahan baku plastik transparan. Kami cari ke mana-mana tidak ketemu. Semuanya habis sehingga harus membeli via online meski dengan biaya pengiriman yang mahal,” tambahnya.

Saat ini tambahnya, sudah beberapa pihak yang juga telah mengikuti jejaknya. Meski demikian, produknya bisa bersaing, dengan melakukan inovasi, seperti face shield custom dan face shield buka tutup. (*)

Pos terkait