SMAN 3 Pinrang Genjot Mutu Melalui Workshop SPMI

  • Whatsapp
SMAN 3 Pinrang Genjot Mutu Melalui Workshop SPMI

SMAN 3 Pinrang Genjot Mutu Melalui Workshop SPMI

PINRANG.UPEKS.co.id—Untuk menggenjot mutu di SMAN 3 Pinrang seluruh guru dan staf mengikuti sosialisasi  dan workshop penjaminan mutu internal atau SPMI selama empat hari, baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

Panitia menghadirkan pemateri dari tim pengawas sekolah, Drs. Djasman Tanreso, M.Si.M.Pd., Muslimin Syarif, S.Pd. M.Pd dan Drs. H.Namiruddin, M.Si.

Kepala UPT SMAN 3 Pinrang, Abdul Wahid Nara mengatakan, sekolah yang dipimpinya diharapkan terbangun tradisi mutu, menuju budaya mutu, dan terciptanya budaya mutu.

“Melalui workshop ini, kami berharap seluruh stakeholder disekolah kompak dan bekerjasama mengembangkan mutu pendidikan”jelasnya.

“Kalau kita kompak, tentu gerakan dalam meningkatkan mutu pendidikan bisa terwujud” tambah wahid nara yang juga ketua IGI Sulsel ini.

Hal senada diungkapkan Djasman Tanreso, menurutnya sistem ini merupakan sistem penjaminan mutu yang  dilaksanakan dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen satuan pendidikan. “fungsi sebagai  pengendali penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu”  jelasnya.

“Penjaminan mutu pendidikan dilaksanakan secara sistematis antara seluruh pemangku kepentingan di sekolah  yang meliputi Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan/Tata Usaha, dan bekerja sama dengan komite  sekolah” tambah Djasman saat membuka kegiatan mewakili kepala cabang dinas wilayah X.

Sosialisasi pertama disampaikan Djasman. Dikatakannya, SMA Negeri 3 Pinrang yang juga bakal menjadi sekolah  model tersebut menyampaikan siklus penjaminan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan.

Siklus sistem penjaminan mutu internal terdiri lima tahapan yaitu pemetaan mutu dengan mengisi EDS,  penyusunan rencana peningkatan mutu, implementasi rencana peningkatan mutu sesuai 8 SNP, evaluasi/ audit  internal, dan penetapan standar mutu pendidikan.

Selain itu, ketua MKPS ini juga menyampaikan implementasi SPMI yang dilaksanakan di SMA Negeri yang terletak  di desa Patobong mt. Sompe inj Sebagai contoh standar yang diambil adalah sarana dan prasarana, langkah  pertama mulai dari pemetaan mutu dengan mengisi Evaluasi Diri Sekolah (EDS), kondisi saat ini belum ada jalan  khusus untuk difabel.

Langkah kedua, rencana pemenuhan mutu, menyatakan perlu dibangun jalan khusus difabel. Langkah ketiga yaitu  implementasi mutu dengan indikator sudah tersedia satu jalan khusus difabel. Langkah keempat melakukan  evaluasi, kemudian baru menentukan standar mutu baru.

“Hasil dari sistem penjaminan mutu internal diharapkan adanya peningkatan mutu pendidikan pada level sekolah dari waktu ke waktu, seperti roadmap” kuncinya. (rls)

Pos terkait