Pembangunan Replika Balla Lompoa di Afrika Selatan Didukung Organisasi Muslim Afsel

Pembangunan Replika Balla Lompoa di Afrika Selatan Didukung Organisasi Muslim Afsel

Pembangunan Replika Balla Lompoa di Afrika Selatan Didukung Organisasi Muslim Afsel

GOWA, UPEKS. co.id — Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk membangun replika Rumah Adat  Balla Lompoa di Cape Town, Afrika Selatan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dari  organisasi muslim disana.

Bacaan Lainnya

Hal ini diungkapkan Acting Chairman of Abdul Wahab Trust, Ebrahim Peters saat melakukan video telekonferensi  bersama Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan Konsultan Jenderal Republik Indonesia (KJRI) cape town di  Afrika Selatan.

Ebrahim Peters mengaku sangat berterima kasih telah dilibatkan dalam rencana pembangunan Balla Lompoa. Hal ini merupakan sumbangan yang luar biasa bagi masyarakat Afrika Selatan.

“Kami berkomitmen untuk berperan dalam keberlanjutannya dan ini merupakan peluang yang dapat ditawarkan  untuk pengembangan budaya, sejarah, ekonomi, dan sosial,” katanya, Kamis (16/7/2020).

Sementara Bupati Adnan mengatakan, pembangunan replika Balla Lompoa merupakan tindaklanjut dari rencana  pembangunan Rumah Indonesia yang dicanangkan pada masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu juga menjadi impian Pemkab Gowa untuk bisa memberikan tanda mata kepada Pemerintah Afrika  Selatan khususnya dalam membangun tali persaudaraan yang kuat antara Kabupaten Gowa dan Cape Town.

Olehnya, seluruh anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan Balla Lompoa di Cape Town ini akan  ditanggung oleh pemerintah daerah, termasuk untuk biaya pemeliharaannya.

“Kami juga ingin sampaikan bahwa pembangunan rumah adat Balla Lompoa Insyaallah pemeliharaannya hemat  atau pemeliharaannya lebih murah dibandingkan perawatan-perawatan yang lain. Karena ini memakai kayu kelas 1 yang sudah diakui oleh dunia bahkan kayu tersebut juga dipakai di Masjidil Aqsa,” jelas Adnan.

Adnan menambahkan kehadiran replika Balla Lompoa di Afrika Selatan nantinya akan dijadikan sebagai  perpustakaan Syekh Yusuf. Jadi siapapun yang ingin mengetahui sejarah Tuanta Salamaka bisa mengunjungi  makam dan museum Balla Lompoa di Kampung Makassar di Cape Town Afrika Selatan.

Olehnya itu, orang nomor satu di Gowa ini berharap KJRI Cape Town bersama dengan seluruh pemangku  kepentingan agar bisa ditindaklanjuti dengan baik. Sehingga pelaksanaan pembangunan Balla Lompoa ini bisa  segera terlaksana.

“Replika Balla Lompoa yang akan kami berikan pasti yang terbaik dan kami akan sesuaikan luasan tanah yang  disediakan,” tambah Adnan.

Hadir dalam Vicon ini, Sekretaris Daerah Sekda Kabupaten Gowa, H. Muchlis, Kepala Badan Perencanaan  Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Taufik Mursad, PLT Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten  Gowa, Ratnawati dan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, Arifuddin Saeni. (Sofyan).

Pos terkait