ANEKA

Ortu Casis Soroti Layanan PPDB SMA/SMK Jalur Zonasi

Ortu Casis Soroti Layanan PPDB SMA/SMK Jalur Zonasi

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Problem pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) selalu terulang setiap  tahun. Buktinya, PPDB 2020 jenjang SMA/SMK di Sulsel yang dihelat Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel mulai  menuai sorotan dari masyarakat atau orang tua calon siswa.

Sementara pihak Telkom sebagai penyedia jasa layanan jaringan pelaksanaan PPDB online bakal meraup  keuntungan hingga miliaran dari setiap sekolah.

Adapun problem pelik yang sangat dirasakan masyarakat pada PPDB di jalur zonasi, menyoal adanya  penggunaan surat keterangan yang digunakan calon siswa untuk masuk di sekolah tujuan.

“Kami tidak persoalkan calon siswa yang mendaftar dan mendapatkan jarak yang sesuai dengan dokumennya.  Hanya saja, sangat tidak masuk diakal bila dalam tampilan jarak casis banyak yang sama. Apakah ini melalui  verifikasi yang teliti,” kata salah satu warga Biringkanaya, Rosi.

Menurutnya, akan banyak warga yang akan dirugikan karena adanya dugaan manipulasi data.

“Jalur zonasi kan menggunakan dokumen KK dan surat keterangan. Tanpa seleksi ketat, tentu dengan mudah  casis lolos dengan jarak yang dekat dengan sekolah,” katanya.

Ditambahkan pula salah satu orang tua casis, Sapriadi, mestinya pihak Dinas Pendidikan dan penyedia layanan  jaringan (Telkom) menyikapi adanya pendaftar yang jaraknya sama persis.

“Saya heran, banyak jarak casis yang mendaftar sama jaraknya. Apakah pihak Telkom dan Disdik tidak curiga.  Kalau seperti ini tidak segera diatasi, maka akan banyak warga yang akan mengeluh. Warga sekitar sekolah  tujuan zonasi pasti protes,” kata Sapriadi yang juga sempat mengakui ada banyak pendaftar yang menggunakan  suket meskipun memiliki dokumen Kartu Keluarga (KK) Makassar.

Hal serupa juga diungkapkan salah satu orang tua calon siswa di Kecamatan Tallo. Ia mengeluhkan proses PPDB  tahun ini menyoal suket.

“Saat ini banyak muncul suket. Ini sangat merugikan kami sebab Suket yang muncul ini seakan sengaja dibuat  dengan jarak yang dekat dengan sekolah. Ini tidak adil karena kami mendaftar dengan melampirkan Kartu  Keluarga (KK),” keluh Aris. (ris)

#TRENDING

To Top