Kepala UPTD Puskesmas Benteng Ajak Warga tak Panik Hadapi Wabah Covid- 19

Kepala UPTD Puskesmas Benteng Ajak Warga tak Panik Hadapi Wabah Covid- 19

Kepala UPTD Puskesmas Benteng Ajak Warga tak Panik Hadapi Wabah Covid- 19

SELAYAR.UPEKS.co.id— Kepala UPTD Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan dr.  Frengky Wijaya terus menyemangati masyarakat untuk tidak panik terhadap wabah Covid-19.

Bacaan Lainnya

Terkhusus untuk mereka yang sudah menjalani pemeriksaan rapid test. Justru disaat panik imunitas tubuh bisa  menurun, sehingga mudah terjangkit wabah virus corona.

Menurut dr. Frengky Wijaya, reaktif dari hasil rapid test belum tentu positif corona virus disease. Masih banyak  kemungkinan yang bisa terjadi.

“Tentunya edukasi-edukasi yang perlu kita terapkan kepada masyarakat, supaya mereka paham, agar mereka  tidak memiliki ekspektasi atau pemahaman tersendiri, yang kadang-kadang membuat dirinya menjadi stres,”  ujarnya usai melakukan rapid test massal terhadap para pedagang di Pasar Sentral Bonea, Sabtu (18/7/2020).

Dokter Frengky mengungkapkan bahwa orang yang terkonfirmasi positif covid-19 ada dua kategori, yaitu ada  yang bergejala dan ada yang tanpa gejala.

“Kalau terkonfirmasi positif tanpa gejala, itu dalam rentang waktu 10 hari sudah sembuh. Dari survei yang ada,  penderita covid-19 itu 40 persen tanpa gejala, 40 persen lagi bergejala ringan, 15 persen gejala berat dan lima  persen kritis,” ungkap dr. Frengky.

Ia mengungkapkan rapid test itu adalah bukan alat diagnostik pasti, tetapi merupakan alat test saring kasar yang  bisa dilakukan di lapangan.

“Bila mana kita dapatkan reaktif, tetap kita akan konfirmasi dengan Swab untuk membuktikan apakah ini covid-19  atau bukan. Jadi jangan kita menganggap orang yang reaktif dari rapid test itu positif corona. Yang penting semua  masyarakat mau menerapkan protokol kesehatan dengan baik, kita bisa terhindar dari covid-19,” tutup dr. Frengky  Wijaya. (Sya)

Pos terkait