Hagia Sophia Jadi Masjid, HMI MPO: Masjid Pusat Peradaban

  • Whatsapp
Hagia Sophia Jadi Masjid, HMI MPO: Masjid Pusat Peradaban

Hagia Sophia Jadi Masjid, HMI MPO: Masjid Pusat Peradaban
MAKASSAR.UPEKS.co.id—Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memutuskan mengalihfungsikan  museum Hagia Sophia (Aya Sofya) menjadi Masjid.

Keputusan ini ditetapkan setelah Dewan Negara  membatalkan keputusan kabinet di zaman pemerintahan Kemal Ataturk tahun 1934.

Bacaan Lainnya

Keputusan tersebut menetapkan Hagia Sopiah yang mulanya difungsikan sebagai masjid di zaman kekaisaran  Ustmaniyah menjadi museum. Namun, saat ini Presiden Erdogan hendak mengembalikan Hagia Sophia menjadi  masjid. Keputusan tersebut direspons oleh sejumlah Negara

Terkait pro-kontra terhadap perubahan Hagia Sophia menjadi masjid, PB HMI MPO memandang hal tersebut  adalah hak kedaulatan Turki atas Hagia Sophia dan perlu dihargai.

Ketua Komisi Intelektualitas dan Peradaban Islam PB HMI MPO Muhajir MA memandang, hal tersebut urusan internal Turki dan sudah melalui proses keputusan hukum.

“Keputusan hukum tersebut sebaiknya dihargai  oleh seluruh pihak,” ujarnya, Rabu (15/7/20).

Bagi Muhajir, Hagia Sophia bukanlah bangunan bersejarah pertama yang melalui perubahan alihfungsi seperti  ini.

Masjid Cordoba sebagai bangunan bersejarah peradaban Islam di Andalusia (sekarang Spanyol) dulunya  adalah katedral bernama Visigoth St Vincent.

Memasuki tahun 784 M di bawah kepemimpinan Abd ar-Rahman I zaman kejayaan Dinasti Umayya, bangunan  tersebut direnovasi dan akhirnya menjadi tempat ibadah umat Islam yang dalam sejarah dikenal dengan nama  masjid Cordoba.

Setelah penaklukkan kembali umat agama lain di Spanyol, Masjid Cordoba akhirnya dialihfungsikan  menjadi katedral hingga saat ini.

Ketika Hagia Sophia hendak dikembalikan statusnya menjadi masjid, hal tersebut tentu bukan sebuah masalah  besar, apalagi Hagia Sophia saat ini sepenuhnya milik Turki, dan tentunya punya hak dan kedaulatan atas Hagia  Sophia.

“Tanpa bermaksud menyampingkan keterkaitan historis umat agama lain  terhadap bangunan tersebut, komitmen  persatuan Islam dan agama lain dalam jiwa peradaban Hagia Sophia, dan statusnya sebagai warisan dunia yang dapat  diakses bersama, keputusan Erdogan dengan segala kedaulatan Turki atas Hagia Sophia perlu dihargai,” tambah Muhajir.

Muhajir memandang jika perubahan Hagia Sophia menjadi masjid tak akan mencederai sejarah panjang umat  agama lain  yang pernah menjadikan bangunan tersebut sebagai tempat ibadah.

Sejarah umat agama lain atas Hagia  Sophia yang melekat begitu kuat dalam ingatan umat manusia tak akan punah, sejauh umat manusia ada sebagai  mahluk yang berkesadaran.

“Pun, Hagia Sophia pada akhirnya tetap menjadi warisan dunia yang dapat diakses bersama. Sebab Presiden  Erdogan tetap berkomitmen agar Hagia Sophia tetap dapat diakses oleh siapapun ketika kelak telah difungsikan  menjadi masjid,” ujarnya.

HMI MPO, lanjut Muhajir tak permasalahkan jika Hagia Sophia tetap menjadi sebagai museum, sebagaimana keinginan beberapa pihak. Ketika Hagia Sophia menjadi masjid, HMI MPO juga tetap mendukung. HMI MPO  berharap agar seluruh pihak tidak alergi dengan masjid.

“Ketika Hagia Sophia menjadi masjid, denyut nadi  peradaban yang berdetak kencang dalam bangunan bersejarah itu tak akan hilang. Sebab masjid  adalah pusat peradaban,” ujarnya.

Dalam tradisi Islam, kata Muhajir, masjid tak hanya digunakan sebagai tempat ibadah semata, namun juga sebagai  pusat pendidikan dan kebudayaan.

Di masjid berlangsung dakwah, pengajaran agama, yang kesemuanya itu  menjadi aktivitas yang menopang tegaknya peradaban Islam sampai saat ini.

“Tradisi tersebut sudah berlangsung sejak zaman Rasulullah Saw. Dimana waktu itu, masjid memiliki fungsi  yang banyak, tak hanya sebagai bangunan ritual, namun juga pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan bahkan  sebagai pusat pemerintahan,” ujarnya

Saat Nabi Muhammad Saw melakukan hijrah dari Makkah ke Madina, hal pertama yang dilakukan adalah  membangun masjid di Quba yang saat ini kita kenal sebagai Masjid Quba. Masjid inilah yang menjadi tonggak  utama pembangunan peradaban Islam.

Masjid memainkan peranan penting dalam aspek sosial dan kultural  sehingga tatanan masyarakat Islam beserta peradabannya pelan demi pelan dibentuk melalui masjid sebagai  fondasi utamanya.

“Ketika Turki memutuskan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid, PB HMI MPO berharap seluruh pihak  tak perlu resah. Kita justru berharap semoga Hagia Sophia dijadikan sebagai masjid yang multifungsi: tak hanya  sebagai tempat ritual belaka, namun juga pusat pendidikan, kebudayaan, dan mengandung dimensi sosial-
kemasyarakatan,” tandas Muhajir. (jir).

Pos terkait