MAKASSAR CITY

Finger Print Semakin Memudahkan Pelayanan Cuci Darah

Finger Print Semakin Memudahkan Pelayanan Cuci Darah

Makassar, Upeks.co.id–Tahun 2020 diharapkan menjadi tahun kepuasaan bagi peserta JKN-KIS. Oleh karena itu BPJS Kesehatan tidak henti-hentinya untuk terus melakukan inovasi dalam memberikan kepuasan dan kenyamanan dalam hal pelayanan bagi peserta JKN-KIS.

Salah satu inovasi yang saat ini diberikan BPJS Kesehatan dalam memudahkan peserta adalah dengan hadirnya layanan simplifikasi Hemodialisis (HD) melalui penggunaan sidik jari atau finger print khusus untuk pasien HD.

Indah Permatasari (35 Tahun) merupakan salah satu pasien HD di Rumah Sakit Unhas Makassar yang telah merasakan kemudahan inovasi tersebut. Indah yang sudah empat tahun belakangan ini harus menjalani proses cuci darah mengaku bahwa pelayanan HD saat ini kian mudah.

“Sebagai peserta mandiri terus terang saya sudah cukup terbantu dengan adanya Program JKN-KIS ini. saya sangat terbantu secara finansial dan dari segi layanan yang saya dapatkan juga sangat bagus. apalagi dengan inovasi finger print ini semakin memudahkan saya dalam menjalani proses cuci darah di rumah sakit,” Ungkap Indah.

Indah juga menambahkan bahwa sebenarnya saat ini Ia baru tahu jika salah satu inovasi terbaru dari sistem finger print ternyata tidak perlu lagi untuk mengambil rujukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama setiap 3 (tiga) bulan sekali. Hal tersebut disambut antusias ibu satu orang anak ini. Indah sangat senang dengan prosedur baru ini karena Ia tidak perlu menghabiskan waktu untuk meminta surat rujukan lagi.

“Saya pikir mungkin karena rujukan saya masih berlaku sampe saat ini (belum cukup tiga bulan) makanya saya belum tahu kalau ternyata pasien HD kini tidak perlu lagi untuk ambil rujukan di faskes pertama selama sistem finger print kita sudah terekam di rumah sakit. Saya pikir inovasi tersebut sangat bagus. Apalagi menurut saya sejauh ini Pelayanan yang saya dapatkan juga sudah sangat bagus, selain proses pelayanannya yang cepat saya juga tidak pernah membayar biaya tambahan,” kata Indah.

Selain itu Indah juga berharap agar peserta JKN-KIS ikhlas dalam membayarkan iurannya karena berkat mereka yang telah rutin membayar iuran, indah dan teman-teman pasien HD seperti dirinya dapat bertahan dan sangat terbantu dengan sistem gotong royong Program JKN-KIS.

“Semoga ini menjadi amal bagi peserta yang telah rutin dan ikhlas membayaran iurannya,” tutup Indah. (jamkesnews)

#TRENDING

To Top