Dua Kali Terdakwa Risman Pasigai tak Hadiri Persidangan

  • Whatsapp
Dua Kali Terdakwa Risman Pasigai tak Hadiri Persidangan

Dua Kali Terdakwa Risman Pasigai tak Hadiri Persidangan

MAKASSAR, UPEKS.co.id—- Sidang lanjutan kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Rusdin Abdullah
dengan terdakwa Risman Pasigai kembali batal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (1/7/20).

Bacaan Lainnya

Hal ini dikarena terdakwa tidak hadir dalam persidangan. Ketidak hadiran terdakwa dipersidangan merupakan  yang kedua kalinya dengan agenda putusan.

Ironisnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara itu dan penasihat hukum terdakwa berusaha menghubungi  via seluler namun tidak mendapatkan respon Risman Pasigai.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Andi Irfan mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat panggilan dua kali.  Termasuk undangan via jejaring sosial, namun tidak ada jawaban.

“Sudah dua kali yang mulia kami surati. Kami juga sudah hubungi via WA, tapi tidak ditanggapi, ” kata Andi Irfan,  Rabu (01/07/2020).

Lebih lanjut Irfan juga menambahkan, pihaknya akan kembali mengirimkan surat panggilan ke terdakwa.  “Jika surat tersebut dikirimkan, artinya sudah surat ketiga, ” sebut Irfan.

Penasihat Hukum terdakwa Risman Pasigai, Herry juga mengatakan tidak bisa menghubungi kliennya. Dirinya  minta penundaan satu pekan kedepan.

Sebelumnya, JPU tuntut Risman Pasigai 10 bulan penjara. Terdakwa dituntut terbukti melakukan tindak pidana  sesuai dengan Pasal 311 ayat (1) KUHP.

Risman yang juga merupakan juru bicara DPD Partai Golkar Sulsel, menjalani sidang tuntutan dengan cara online.

Risman yang juga politisi senior partai Golkar tersebut, sebelumnya ditetapkan tersangka oleh penyidik Kepolisian  Daerah (Polda) Sulsel, atas kasus dugaan pencemaran nama baik.

Risman dilaporkan ke polisi telah menuduh mantan Bendahara DPD I Golkar Sulsel Rusdin Abdullah sebagai  dalang dari kericuhan saat pembukaan Musda Golkar Sulsel di hotel Novotel Makassar, 26 Juli lalu.

Diketahui, kasus Risman berawal saat Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD Golkar Sulse yang berlangsung  bulan Juli lalu. Saat itu sempat terjadi adu mulut sesama kader Golkar.

Kegaduhan terjadi saat Ketua DPD Sulsel, Nurdin Halid sementara menyampaikan sambutan. Tiba-tiba kader  Golkar yang diketahui bernama Hamzah Abdullah bersitegang dengan Risman.

Risman yang saat itu menjadi Ketua Panitia Musda IX DPD Golkar Sulsel langsung membuat pernyataan bahwa  Rudal yang mengirim Hamzah Abdullah untuk mengacau di Musda.

Pernyataan Risman ini yang selanjutnya berbuntut panjang hingga masuk di ranah hukum. Pasca dilaporkan,  Risman telah memenuhi panggilan dari tim penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel.(Jay)

Pos terkait