MAKASSAR CITY

Dosen FT UNM Melatih Pemuda Desa Bela Bori Membuat Patok Beton dari Abu Sekam Padi

Dosen FT UNM Melatih Pemuda Desa Bela Bori Membuat Patok Beton dari Abu Sekam Padi

Makassar, Upeks.co.id–Desa Belabori merupakan salah satu desa di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

Perkembangan pembangunan yang terjadi di daerah tersebut telah menjadi daya tarik bagi investor dalam membeli lahan dan membuat kavling untuk dijual kembali kepada masyarakat dengan petak kavling yang bervariasi.

Pembagian kavling lahan terkadang dilakukan dengan memasang patok yang terbuat dari bambu maupun potongan kayu yang berada di sekitar lahan mereka.

Patok dengan bahan tersebut tidak dapat bertahan lama, cepat rusak, dan pada akhirnya menghilangkan batas riil lahan kavling di lapangan.

Hal ini membuat investor harus membuat patok lagi yang selanjutnya sudah pasti mengeluarkan biaya tambahan untuk mengganti patok tersebut.

Sebagai pengganti kayu, patok pembatas juga banyak yang terbuat dari beton. beton adalah suatu campuran yang terdiri dari semen, agregat kasar, agregat halus, dan air dengan perbandingan tertentu yang kemudian diaduk dan dituang ke dalam cetakan hingga mengeras dan membatu sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Namun harganya yang cukup mahal karena bahan baku yang digunakan bersumber dari semen, batu kali, dan pasir.

Seperti daerah lainnya, di Desa Belabori juga terdapat banyak pabrik penggilingan padi. Dengan memanfaatkan sekam padi yang telah dibakar, abu sekam selanjutnya dapat digunakan sebagai pengganti 15% semen dalam pembuatan beton. Patok beton yang akan dibuat juga merupakan beton yang tidak memikul beban yang besar dan dengan desain konstruksi yang memiliki ankur menjadikan patok tersebut tidak mudah jatuh maupun dipindahkan.

Hasil penelitian tentang pembuatan beton ramah lingkungan dari Ahmad & Taufieq, (2003) dan Ahmad, Nurlita, & Taufieq (2017) mengungkapkan bahwa dalam pembuatan beton, komposisi semen dapat dikurangi dengan mensubtitusi semen dengan abu sekam padi yang bersumber dari hasil pembakaran kulit padi yang ada di pabrik penggilingan padi.

Mencermati kondisi tersebut, Dr. Irma Aswani Ahmad, MT bersama Dr. Anas Arfandi dan beberapa dosen lainnya melakukan kegiatan pelatihan pembuatan patok beton dengan bahan abu sekam padi sebagai pengganti semen.

Tim pelaksana kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan pelatihan dan penyuluhan kepada kelompok masyarakat di Desa Bela Bori.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa jurusan pendidikan teknik sipil dan perencanaan Fakultas Teknik (FT) UNM.

Abdul Kadir yang merupakan Kepala Desa Bela Bori sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini, bahkan sangat berharap kegiatan selanjutnya dapat dilakukan secara rutin dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan masyarakat Desa Bela Bori.

Peserta pelatihan baru memahami bahwa abu sekam padi dapat dijadikan sebagai pengganti semen hingga 20 persen.

Hal ini sangat memungkinkan mengingat patok beton merupakan salah satu konstruksi beton non struktural yang tidak memikul beban yang berat.

Dosen FT UNM Melatih Pemuda Desa Bela Bori Membuat Patok Beton dari Abu Sekam Padi

Salah satu peserta pelatihan Amir Rate yang juga memiliki lahan kavling mengatakan bahwa patok ini akan sangat berguna bagi mereka, dan akan dibuat dalam jumlah yang lebih banyak untuk digunakan pada lahan kavling mereka.

Hal senada juga disampaikan oleh Arif Sewang yang merupakan salah satu peserta pelatihan, bahwa hal ini juga dapat dilakukan untuk pembuatan batas-batas desa, batas lingkungan untuk patok dengan ukuran yang lebih besar sesuai ukuran standar patok batas wilayah.

Selain itu, Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat dilakukan pada aspek lainnya mengingat beberapa hal yang masih dibutuhkan seperti jaringan komunikasi yang terbatas, kekurangan air ketika musim kemarau, peningkatan nilai jual hasil pertanian ubi kayu, dan aspek lainnya.(citizen reporter: Dr. Anas Arfandi)

#TRENDING

To Top