Diluar Dugaan, Pasien Positif Covid-19 Singgah Belanja di Swalayan

Diluar Dugaan, Pasien Positif Covid-19 Singgah Belanja di Swalayan

Diluar Dugaan, Pasien Positif Covid-19 Singgah Belanja di Swalayan

KOLAKA,UPEKS.co.id—Sungguh diluar dugaan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, seharusnya langsung  masuk karantina di Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (Sikim) jalan Bypas Kolaka. Namun sayangnya  pasien itu tidak langsung masuk karantina, tetapi masih leluasa singgah berbelanja di Top Swalayan.

Bacaan Lainnya

Juru bicara(Jubir) Gugus tugas(Gustas) percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Kolaka Sultra, Dokter Muh  Aris dimintai tanggapannya menjelaskan, pasien yang bersangkutan setelah disampaikan positif, dia minta agar  tidak dijemput memakai mobil Covid nanti datang sendiri seperti halnya istrinya itu hari saat masuk di Sikim.

“Kami mengiyakan dan sudah janjian, usai salat Isya baru berangkat. Karena pengalaman saat istrinya datang  maka kami percaya saja,” ungkap Jubir kepada media pada(17/7/20) melalui WhatsAppnya.

Dikatakannya saat pasien itu menuju ke Sikim, Aris juga tidak paham kenapa pasien itu bisa singgah berbelanja.

“Saya juga tidak paham kenapa pasien itu bisa dia singgah belanja?. Padahal sudah mengerti bagaimana  bahayanya kalau dia menularkan kepada banyak orang,” kata Aris dengan nada agak kesal.

Menurut sipasien itu kepada jubir Gustas Covid-19 bahwa kalau dirinya mengikuti protokol kesehatan maka  amanji. Apalagi tetap memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk swalayan, bahkan di dalam swalayan  agak sepi, sehingga tidak ada orang yang didekati selain kasir yang bertugas.

“Saya ikuti protokol kesehatan maka amanji, saya memakai kemudian cuci tangan dan masuk ke toko, di dalam  toko agak sepi sehingga tidak ada orang saya dekati selain kasir yang bertugas,” kata sipasien kepada jubir  Gustas.

Setelah paginya ditelepon kata jubir Gustas, si pasien itu sangat menyesali perbuatan yang dia lakukan karena  sangat beresiko bagi banyak orang.

Beruntung TOP Swalayan yang dimasuki untuk berbelanja, selama ini senantiasa menjalankan protokol kesehatan  secara ketat, dimana tempat mencuci tangan disiapkan di depan, pelanggan wajib pakai masker dan petugasnya  juga terutama kasir pakai face shild dan masker serta handscoen atau kaos tangan.

Setiap selesai pelayanan atau toko mau ditutup selalu dilakukan penyemprotan disenfektan. Sehingga besar  kemungkinan aman dari penyebaran covid.

“Insya Allah pada Seni(20/7/20) pagi kami akan lakukan swab kepada petugas kasir yang sedang berjaga saat  melayani pasien itu,”ujar Aris.

Sementara Ketua DPRD Kolaka Sultra H Sainal Amrin, dimintai tanggapannya terkait hal itu kepada media ini  dengan tegas mengatakan bahwa kejadian seperti ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

“Yang namanya kalau sudah positif maka tidak boleh diberikan toleransi sedikitpun, apabila ada toleransi maka  wabah virus ini akan begitu cepat menular kepada orang lain,”kata politisi Partai Gerindra ini dengan nada tegas.

Dikatakannya bagi mereka yang bermain-main terkait persoalan Covid-19, maka perlu diberikan sanksi yang  tegas. Pihak Top Swalayan juga tidak bisa disalahkan, tetapi justru petugas yang berkompoten disini yang harus  bertanggungjawab.

“Dengan kejadian ini pihak Top Swalayan tidak bisa disalahkan tetapi petugas yang berkompoten disini harus  bertanggungjawab,”tegas Sainal.(pil)

Pos terkait