Dengan Antrean Elektronik, pelayanan di Puskesmas Katobu Semakin Mudah

  • Whatsapp

Dengan Antrean Elektronik, pelayanan di Puskesmas Katobu Semakin Mudah

Muna, Upeks.co.id – BPJS Kesehatan terus berupaya agar Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan pada fasilitas kesehatan. Salah satu bentuk kemudahan tersebut melalui implementasi antrean elektronik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

FKTP, atau yang lebih dikenal masyarakat dengan Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan (DPP), serta klinik pratama, merupakan fasilitas kesehatan yang harus dikunjungi oleh peserta JKN-KIS bila ingin berobat selain gawat darurat. Sampai dengan akhir bulan Februari 2020, jumlah peserta JKN-KIS ada sebanyak 223 juta yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jika melihat jumlah peserta yang sangat banyak ini, bukan tidak mungkin terjadi antrean yang cukup lama pada FKTP.

“Sebagai upaya mengantisipasi penumpukan antrean pada FKTP, BPJS Kesehatan mengembangkan sistem antrean elektronik yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN. Peserta yang ingin berobat di FKTP dapat mengambil nomor antrean pada handphone yang telah diinstal aplikasi Mobile JKN. Selain itu peserta dapat memprediksi waktu tunggu sebelum menerima layanan karena pada aplikasi telah muncul nomor antrean peserta serta nomor antrean yang sedang dilayani oleh dokter,” jelas Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Baubau Amrin Pawiruddin, Selasa (31/03).

Amrin menyampaikan bahwa jumlah antrean pada fasilitas kesehatan di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Baubau sebenarnya masih normal, belum ada penumpukan pasien di fasilitas kesehatan. Tapi penggunaan antrean elektronik di Puskesmas harus selalu didorong karena akan sangat memudahkan bagi masyarakat.

Salah satu FKTP di Kabupaten Muna yang telah mengimplementasikan antrean elektronik ini adalah Puskesmas Katobu. Riska (24), salah satu peserta JKN-KIS, mengaku telah mengakses layanan dengan menggunakan antrean elektronik melalui aplikasi Mobile JKN. Ia mengungkapkan bahwa antrean elektronik ini sangat bermanfaat dan mudah digunakan.

“Tadi sebelum ke Puskesmas Katobu, saya mencoba untuk mengambil antrean melalui Mobile JKN karena katanya sudah bisa antrean elektronik. Kebetulan rumah dengan Puskesmas dekat, jadi kalaupun gagal tinggal ambil lagi antrean manual di Puskesmas. Pada saat mengambil antrean di depan saya masih ada 7 pasien, setelah di aplikasi, saya melihat antrean yang dilayani adalah satu nomor di depan saya, baru saya pergi ke Puskesmas. Tenyata saat tiba, nomor antrean saya sudah dipanggil. Jadi sangat bermanfaat dan memudahkan kalau menurut saya,” ungkapnya. (Jamkesnews)

Pos terkait