1 Tahun Cuci Darah, Aswar Ucapkan Terima Kasih Adanya Program JKN-KIS

  • Whatsapp

1 Tahun Cuci Darah, Aswar Ucapkan Terima Kasih Adanya Program JKN-KIS

Kendari, Upeks.co.id – Aswar (31) warga Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe merupakan Peserta JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN. Ia dulunya bekerja sebagai montir di Nusa Tenggara Timur (NTT) namun harus mengundurkan diri dari pekerjaannya dan pulang ke kampung halaman untuk melanjutkan pengobatan cuci darah.

Aswar yang di temui tim Jamkesnews dan petugas BPJS SATU! (BPJS Siap Membantu) di ruang Hemodialisa BLUD RS Bahteramas pada Rabu (11/03) menceritakan bagaimana awal dirinya mengetahui gagal ginjal yang diderita.

“Dunia seakan runtuh saat dokter memvonis bahwa saya mengidap gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah di akhir tahun 2017 yang lalu di NTT. Saat itu saya belum memiliki kartu JKN-KIS. Untuk menutupi biaya pengobatan selama menjalani cuci darah, saya mengiklaskan sebidang tanah warisan keluarga untuk dijual. Kurang lebih 60 jutaan habis selama dirawat disana. Menurut dokter penyakit gagal ginjal yang saya derita diduga akibat sering jongkok dalam jangka waktu lama saat masih menjadi montir. Di tambah lagi kebiasaan yang suka mengkonsumsi minuman suplemen setiap hari tanpa diimbangi konsumsi air putih yang cukup,” Cerita Aswar.

Aswar bersyukur saat ini telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS yang ditanggung pemerintah sehingga untuk melanjutkan cuci darah ia tidak lagi mengkhawatirkan biaya pengobatan.

“Saya bersyukur sekali dengan adanya Program JKN-KIS, semua kekhawatiran saya langsung hilang karena biaya cuci darah saya dijamin seluruhnya oleh BPJS Kesehatan. Kalau tanpa JKN-KIS saya tidak tahu harus ke mana lagi mencari biaya untuk berobat yang pastinya sangat besar,” ungkap Aswar.

Di akhir perbincangan, Aswar menyampaikan harapannya agar Program JKN-KIS tetap berlangsung berkesinambungan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mendaftarkan saya sebagai peserta PBI APBN. Semoga program ini terus berkelanjutan dan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta. Namanya sakit tidak tahu kapan datangnya tidak harus menunggu tua, sekarang banyak orang yang terkena penyakit tidak mengenal usia dan kapan waktunya,” tutup Aswar. (Jamkesnews)

Pos terkait