ANEKA

Wabup Ancam Tutup Pabrik Aspal PT CIPTA AGAR UTAMA, Jika Limbah Cemari Lingkungan

ENREKANG,UPEKS.co.id –Wakil Bupati Enrekang, Asman. SE dengan tegas mengatakan akan menutup pabrik  Aspal milik PT CIPTA AGAR UTAMA atau PT Gangking Raya.

Itu dilakukan jika tak mengindahkan keselamatan Lingkungan sehingga berdampak pada kehidupan masyarakat  yang ada disekitar pabrik Aspal tersebut.

Hal ini disampaikan Asman saat meninjau Lokasi Pabrik Aspal di Dusun Rura, Desa Pana, Kecamatan Alla,  Kabupaten Enrekang.

Wakil Bupati didampingi OPD terkait turun melihat langsung pabrik tersebut dengan adanya pengaduan  masyarakat terkait pencemaran lingkungan dan polusi yang berdampak buruk pada masyarakat dan lingkungan  bukan saja yang ada di desa Pana tetapi juga di desa lain Yang dekat dengan pabrik itu.

Bahkan Ternyata selama ini Pubrik aspal tersebut membuang limbah pabrik kesungai sehingga mencemari  lingkungan bahkan membuat mahluk hidup yang ada di sungai itu mati.

Selain itu beberapa hari lalu Wabup juga telah menerima Aksi unjuk rasa Mahasiswa yang tergabung dalam  Gerakan Aktivis Pemerhati Lingkungan Hidup (GA-PLH) yang mendesak Pemerintah untuk mencabut Izin operasi  dan sekaligus menutup pabrik aspal PT Gangking Raya.

Pendemo yang dipimpin Wiranto Embong Bulan sebagai Korlap meminta Pemkab Enrekang untuk mengevaluasi  semua pabrik Industri yang ada di Kabupaten Enrekang.

“Masyarakat tidak menghalangi halangi, tapi tidak mungkin juga kita melakukan aktivitas kemudian ada masyarakat  yang dikorbankan. Untuk itu semua yang menjadi keluhan masyarakat harus diindahkan oleh pihak Perusahaan.  Apalagi jika masih ada limbah perusahaan yang dibuang kesungai maka saya tegaskan perusahaan ini akan saya  tutup”. Kata Wabup.

Sementara itu Camat Alla Drs. Sabang,M. Pd membenarkan jika kemarin Wabup mengunjungi lokasi Pabrik Aspal
yang ada di Wilayahnya.

Dia mengatakan pabrik tersebut sudah sering mendapatkan protes warga karena  membuang limbahnya dibantaran sungai sehingga jika turun hujan limbah tersebut otomatis akan terbawa air
hujan kesungai sehingga mencemari air sungai yang menjadi salah satu sumber air warga desa Pana dan  sekitarnya.

” Ternyata selama ini limbahnya mengalir ke sungai saya juga baru tau setelah ada protes dari Warga. Itumi warga  bilang mati semua ikan di sungai padahal mereka sudah turunkan benih ikan berkali-kali”. Kata Sabang.(Sry)

Loading...

#TRENDING

To Top