SULAWESI SELATAN

Walikota Palopo Bersama Dandim 1403 Swg Tinjau Dapur Umum di Battang

Walikota Palopo Bersama Dandim 1403 Swg Tinjau Dapur Umum di Battang

PALOPO, Upeks.co.id–Upeks-Walikota palopo Drs. H. Muh. Judas Amir, MH bersama Kapolres Kota Palopo, Alfian Nurnas, dan Dandim 1403 Sawerigading Letkol. Inf. Gunawan, memantau langsung dapur umum yang didirikan pasca longsor di kelurahan battang barat, kecamatan wara barat kota palopo, Sabtu, (27/6/2020).

Walikota palopo dalam kunjungannya itu menekankan BPBD agar fokus pada evakuasi warga disekitar titik terjadinya longsor.

Saat ini, menurut Walikota, tidak boleh dan jangan ada lagi warga yang tinggal di sekitar longsor, mengingat kemungkinan longsor susulan bisa saja terjadi dikarenakan kondisi tanah yang masih labil.

“Yang diperlukan saat ini adalah keberlangsungan hidup masyarakat sekitar (longsor). Tetap suplai konsumsi (bahan makanan) bagi masyarakat yang terdampak,” ungkap walikota.

Dalam kunjungannya itu, Walikota didampingi juga Sekretaris Daerah Kota Palopo, Firmanza, Kepala Dinas Sosial, Awaluddin, Kepala BPBD palopo, Antonius, dan Kabag Humas Setda Kota Palopo, Wahyudin, serta Camat Wara Barat bersama Lurah Battang Barat.

Saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI dan Polri sedang melakukan pemindahan material longsor yang menutupi badan jalan.

Tidak ada korban jiwa maupun luka pada longsor yang terjadi pada Jumat sore (26/6/2020) itu. Namun sebanyak 9 rumah warga ambruk terbawa dan tertimpa material longsor.

Diketahui,  Tanah longsor di RT 03 / RW 02 Kelurahan Battang Barat Barat Kecamatan Wara Barat KM.23 Jalan poros Palopo-Toraja terjadi sekira pukul  15.25 Wita, Jumat 26/06/2020.

Walikota Palopo Bersama Dandim 1403 Swg Tinjau Dapur Umum di Battang
Petrus (50) alias Bapak Andes ketua RT 03 mengatakan, ada tiga titik rawan longsor yang berada di wilayahnya.
” Kejadiannya tadi sore sekira pukul 15.25 Wita, 9 rumah warga yang terbawa tanah longsor, dan masih ada sekitar 5 rumah lagi yang terancam,” kata Petrus sekira pukul 19.00 Wita, Jumat 26/06/2020.
Menurut Petrus, sejak sore tadi pukul 15.24 Wita hingga pukul 19.00 Wita malam ini Jumat 26/06/2020, suara gemuruh tanah longsor masih terdengar.
Dampak tanah longsor di KM 23/24, sekitar 8 tiang listrik rebah, arus lalulintas terputus total, 25 roda empat (mobil) terjabak longsor, 2 unit mobil pengangkut tabung Gas LPG 3 Kg, 5 unit mobil Pick Up membawa hewan ternak babi, mobil angkutan umum bus 3 unit, 15 unit mobil penumpang dan pribadi.
“Kami yang dari Palopo mau ke Toraja dan terjebak, karena tanah longsor di Km 23/24 menutup badan jalan di KM 21,” ujar Matius Rega (38) sopir penumpang Toraja.
Beruntung dalam peristiwa tanah longsor tersebut, tidak ada korban jiwa. Ketua RT 03/RW02 Petrus (50) alias bapak Andes menyebutkan 9 nama pemilik rumah yang terbawa tanah longsor.
1. Bapak Hanna (KM 23)
2. Bapak Tiara (KM 23)
3. Bapak Dede (KM 23)
4. Anima (KM 23)
5. Bapak Eva (KM 23)
6. Bapak Marni (KM 23)
7. Pak Mallang Paledang (KM 23)
8. Tante Lilin (KM 23)
9. Sahina (KM21) rumah kosong yang ditinggal oleh pemiliknya ke Wasponda Malili, Luwu Timur.
Kemudian ada 5 rumah warga yang  terancam akan terkena tanah longsor.
1. Pak Apong (KM 23)
2. Bapak Ecce (KM 23)
3. Mama Rudi (KM 23)
4. Mama Endang (KM 23)
5.Mama Acci (KM 23)
Rumah warga yang terisolir akibat dampak tanah longsor sebanyak 64 Kepala Keluarga (KK). Untuk di RT 01 sebanyak 19 unit, 27 KK, 109 jiwa, kemudian di RT 02 sebanyak 23 rumah, 37 KK dan 138 jiwa. (kartini echa)

#TRENDING

To Top