ANEKA

TPID Sulampua Rakorwil Bahas Sinergi Ketersediaan Pangan

TPID Sulampua Rakorwil Bahas Sinergi Ketersediaan Pangan

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua)  menginisiasi pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil).

Tujuannya, perkuat koordinasi antar daerah serta lembaga anggota TPID. Kegiatan dilaksanakan Kamis, 25 Juni 2020 dengan mengusung tema “Sinergi Meningkatkan Ketersediaan Pangan melalui Digitalisasi Pertanian”.

Kegiatan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Sulawesi Tenggara, Gubernur Maluku Utara, Wakil  Gubernur Papua, Wakil Gubernur Papua Barat, Wakil Gubernur Gorontalo, Sekretaris Daerah Sulawesi Barat,  Sekretaris Daerah Maluku, Sekretaris Daerah Sulawesi Utara dan Asisten Bagian Ekonomi Sulawesi Tengah.

Dalam sambutan pembukanya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullahmenyampaikan perlunya mempererat kolaborasi  antar daerah. Sinergi antar daerah akan membantu percepatan pembangunan ekonomi di Sulampua. Untuk mewujudkan Kerjasama Antar Daerah (KAD) yang kuat perlu didasari oleh adanya kesepahaman, kesamaan isu,  kebutuhan, dan visi serta komitmen dari seluruh daerah.

“Secara umum seluruh pimpinan daerah yang hadir menyatakan bahwa KAD Sulampua sangat penting untuk  ditingkatkan dengan didasarkan pada asas resiprokalitas dan saling menguntungkan. Hal tersebut diyakini dapat  menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulampua,” ungkapnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso menyebutkan, semua provinsi di Sulampua tercatat mengalami tekanan inflasi yang rendah.

Meskipun demikian terdapat beberapa komoditas yang persisten sebagai penyumbang inflasi yakni komoditas ikan bandeng, ikan layang, beras dan daging ayam ras. Sedangkan secara  spasial, surplus komoditas yang terjadi di daerah tidak selalu diikuti dengan penurunan tingkat inflasi, begitu juga  sebaliknya.

Hal tersebut menggambarkan dua hal yakni adanya mekanisme perdagangan yang kurang efisien terutama dalam  hal distribusi, dan adanya ketidakcukupan data dalam mendukung respon kebijakan pengendalian inflasi.

Rakorwil TPID Sulampua diharapkan dapat menyatukan komitmen dalam pengendalian inflasi, termasuk KAD.  Selain pemaparan kepala daerah, Rakorwil TPID Sulampua juga melaksanakan diskusi panel dengan topik serta  narasumber sebagai berikut:

Strategi pengendalian inflasi nasional dan impelementasi di daerah oleh Bp. Dr. Iskandar Simorangkir selaku  Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia;

Perkembangan terkini, risiko dan outlook inflasi oleh Bp. Noor Yudanto selaku Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia;

Ketersediaan dan keterjangkauan pangan: stabilitas harga pangan Sulampua oleh Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc. sebagai pakar ekonomi pertanian; dan

Implementasi digitalisasi pertanian: inovasi untuk peningkatan produktivitas pertanian oleh Bp. Irsan Rajamin selaku CEO Habibi Garden.

Beberapa simpulan dari hasil Rakorwil adalah sebagai berikut, Menjaga pasokan komoditas pangan strategis  adalah kebutuhan semua daerah sehingga KAD perlu didorong untuk dapat dilaksanakan sesuai dengan potensi  sumber daya alam masing-masing secara resiprokal;

Strategi penguatan manajemen stok pangan secara regional Sulampua perlu dilakukan agar Sulampua  kedepannya dapat menjadi penyangga pasokan pangan nasional; dan

Perlu dibentuk working group atau sekretariat bersama untuk menindaklanjuti upaya penguatan KAD dalam  pengendalian inflasi dan pengembangan komoditas pangan strategis di Sulampua. (rls).

#TRENDING

To Top