Sebelum Karantina, 17 Perantau dari Malaysia Diperiksa Barang Bawannya

  • Whatsapp
Sebelum Karantina, 17 Perantau dari Malaysia Diperiksa Barang Bawannya

Sebelum Karantina, 17 Perantau dari Malaysia Diperiksa Barang Bawannya

ENREKANG, UPEKS.co.id— Sebanyak 17 dari 18 Warga Enrekang yang dideportasi Pemerintah Malaysia tiba di  Posko Covid-19 Kabupaten Enrekang, di kantor Perpustakaan Enrekang.

Bacaan Lainnya

Sebelumn masuk ke tempat karantina, dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan ketat oleh Tim Gugus Tugas  Covid-19 terhadap barang bawaan. Hal ini dilakukan karena empat dari 17 orang itu, diketahui mantan Napi kasus  narkoba di Malaysia.

Tim Penanganan dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Enrekang, Drg. Hj. Sri Siswati Zainal mengatakan,  pemeriksaan ketat demi kebaikan kita bersama. Apalagi mereka akan dikarantina 14 hari.

“Kita memang perlu hati-hati, apalagi kita tidak mengenalnya. Terlebih lagi, ada empat orang kasus narkoba. Jadi  Tim Gugus Tugas harus perketat pemeriksaan sebelum karantina terutama barang bawaan mereka, isi tas harus  betul-betul diperiksa”. Ujarnya.

Ada beberapa hal yang tidak boleh mereka bawa masuk ke tempat Karantina. Diantaranya, benda tajam seperti  pisau, gunting, korek api,rokok dan semua benda-benda lain yang dianggap berbahaya.

Berikut nama warga Enrekang yang di Deportasi karena masuk secara Ilegal ke Malaysia: Saripuddini Kecamatan Malua,Sarman Bin Tahir dari Kecamatan Cendana, Mazlan Bin Dahlan dari Kecamatan
Maiwa, Irwan Bin Abdullah dari Enrekang, Herry Bin Samir dari Kecamatan Anggeraja, Muhammad Arif aqasyah  Jamal Kab, Enrekang, Rosnani Saripudin dari Enrekang, Muhammad Asri dari Enrekang, Muhammad Asraf dari  Enrekang, Nurul Azirah Kab. Enrekang, Jusri Bin Mohd Tahir dari Kecamatan Anggeraja, Suriana Binti Saguni  Kecamatan Anggeraja semuanya Ilegal.

Dua orang Overstay, Abdi Bin Hassan dari Kecamatan Anggeraja, Rahman Bin Popin dari Kecamatan Baraka,

Empat orang kasus Narkoba, MM Bin Jam dari Kecamatan Anggeraja, T Bin Ma dari Kecamatan Baraka, Gu Bin Ali dari Kabere, Kecamatan Cendana dan MF Bin Kes dari Maroangin Kecamatan Maiwa.

Data awal warga Enrekang yang dijemput berjumlah 18 orang, namun ada satu orang yang tidak ikut ke Enrekang karena tidak ditemukan pada saat pendataan di Pelabuhan Parepare.

Mereka akan menjalani karantina selama 14 hari sesuai protokoler Covid-19. Selama masa karantina mereka akan terus mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk pemeriksaan Rapid tes dan suhu badan dan kebutuhan hidup sehari-hari dijamin oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Enrekang. (Sry)

Pos terkait