Nurdin Abdullah Apresiasi Buku Basri, Soal Kompetensi Guru

  • Whatsapp
Nurdin Abdullah Apresiasi Buku Basri, Soal Kompetensi Guru

Nurdin Abdullah Apresiasi Buku Basri, Soal Kompetensi Guru

MAKASSAR,UPEKS.co.id–Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah apresiasi terbitnya buku Meretas Jalan Menjadi  Guru Inspirasi, karangan Dr.H.Basri, S.Pd.M.Pd.

Bacaan Lainnya

Nurdin dalam kata pengantarnya di buku hasil desertasi doktor Basri ini, menegaskan telah banyak  mengilustrasikan contoh, dari bagian ke bagian, yang saling menautkan permasalahan, kendala, solusi dan fakta  yang ditemui dalam studi kasus kompetensi guru-guru kita.

” Saya juga merasa optimis apa yang telah dipaparkan oleh buku ini, mendorong Pemprov Sulsel menempuh  langkah-langkah konkret dan strategis lainnya, tulis Nurdin Abdullah.

Buku setebal 194 halaman diterbitkan Yapensi, mengambil studi kasus guru-guru SMA di Sulsel, kita bisa tahu  kapasitas guru-guru dalam ajar mengajar.

Kita akui pemerintah pusat dan pemda telah bekerja keras dan menaruh perhatian yang besar bagi  pengembanagn guru, namun capaiannya belum memuaskan.

Dengan bahasan yang menarik, penyunting mampu menempatkan buku yang didasarkan pada disertasi karya  Basri ini, menjadi buku yang mulus dibaca, lancar seperti air mengalir di manapun bagian yang dipilih.

Kecuali bagian hasil kajian yang menjadi subtansi buku, ihwal kompetensi guru, yang secara rinci menggambarkan  hasil penelitian yang komprehensif.

Simpulan buku ini, kita akan tahu dan mengenal untuk menjadi guru yang baik, ideal, dan memenuhi komptensi  yang baik, butuh tahapan-tahapan yang panjang dan persyaratan yang ditentukan. Pembaca akan tahu roh dan  jiwa seorang guru.

Diakui, tak ada negara maju apabila sistem pendidikannya buruk. Maka gurulah yang menjadi garda depan untuk  menghasilkan peserta didik yang kualifaid. Karena itu, setiap negara memiliki karakteristik tersendiri dalam  memajukan pendidikannya.

Guru hanya salah satu variabel dari segudang komponen lainnya yang memengaruhi sistem pendidikan kita  secara makro.

Tak heran, jika indeks pendidikan kita selalu terpuruk dalam kancah dunia bahkan di tingkat ASEAN. Potret  pendidikan Indonesia bisa direfleksikan pada kualitas guru SMA di Sulawesi Selatan sebagai barometer dan  laboratorium. Ini dapat dilihat dari kualitas dan kompetensi guru SMA secara umum.

Pesan moral buku ini, mari kita menghargai, mendorong, dan mendudukkan guru sebagai penyangga pendidikan  yang berkualitas dan berkesinambungan.

Buku yang disunting Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), pembaca bisa menelaah perjuangan seorang guru menjadi  pendidik idaman. Tidak mudah, tapi memang banyak syaratnya dan kendala menjadi guru profesional.

Mengambil studi kasus tentang guru-guru SMA di Sulawesi Selatan, kita bisa tahu kapasitas guru-guru dalam ajar  mengajar. Diakui pemerintah pusat dan pemda telah bekerja keras dan menaruh perhatian yang besar bagi  pengembanagn guru, namun capaiannya belum memuaskan.

“Simpulan buku ini, kita akan tahu dan mengenal untuk menjadi guru yang baik, ideal, dan memenuhi kompetensi  yang baik, butuh tahapan-tahapan yang panjang dan persyaratan yang ditentukan. Pembaca akan tahu roh dan  jiwa seorang guru,” ujarnya. (rls).

Pos terkait