”New Normal Life”, Awak Stasiun TV Perlu Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
''New Normal Life'', Awak Stasiun TV Perlu Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan

''New Normal Life'', Awak Stasiun TV Perlu Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan

PENULIS : ANNISA***

Merebaknya pandemi virus covid-19 di akhir tahun 2019 hingga kini menjadikan tatanan kehidupan manusia  secara global di muka bumi ini banyak berubah. Cukup dimaklumi, karena hampir semua negara di belahan bumi ini terkena dampak covid-19.

Kehadiran virus ini spontan membuah manusia dihantui kecemasan, rasa takut, karena virus tersebut tergolong dapat mengantarkan kematian. Terutama jika seseorang punya riwayat penyakit tertentu dan kronis, misalnya  jantung dan asma.

Data yang dikemukakan Juru Bicara (jubir) pemerintah Indonesia, untuk penanganan Covid 19, Achmad Yurianto  sebagaimana dilansir upeks.co.id, hingga Selasa 9 Juni 2020, jumlah kasus positif corona di Indonesia 33.076 kasus. Dari jumlah itu, dinyatakan sembuh 11.414 orang dan 1.923 meninggal dunia.

Mengantisipasi situasi yang kurang menguntungkan itu, himbauan pemerintah dari berbagai negara, agar jaga  jarak (phisical distancing) minimal satu meter, bekerja dari rumah (work from home),rajin mencuci tangan dan  memakai masker jika berpergian serta menghindari kerumunan.

Covid-19 yang ditandai banyaknya penduduk wafat di berbagai negara, juga berimbas hampir ke semua sektor.  Mulai dari sektor kesehatan,siaran pertelevisian, ekonomi,sosial , pendidikan hingga aktivitas beribadah dll.

Tidak hanya itu, masyarakat juga banyak mengeluh, akibat anjloknya omzet pendapatan usaha. Itu terjadi, banyak manusia tak beraktivitas dan kegiatan rumah sangat dibatasi serta banyaknya toko dan simpul perekonomian tak beroperasi.

Dampak lain, tingginya biaya pengeluaran, di sisi lain minimnya pemasukan, akibatnya pendapatan masyarakat  semakin menurun. Ujung-ujunnya banyaknya industri merumahkan karyawannya, bahkan tidak sedikit industri  terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Tindakan pemerintah dalam menangani kasus virus corona telah dilakukan maksimal.Diantaranya,Pembatasan  Sosial Berskala Besar ( PSBB), namun tingkat keberhasilannya belumlah maksimal.

Seperti kita saksikan, di awal-awal pandemi covid-19, grafik pasien termasuk yang meninggal dunia meningkat di berbagai negara dan provinsi termasuk di Indonesia.

Namun berkat aktifnya pelibatan masyarakat bersama berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), angka  pasien positif diberbagai provinsi di Indonesia mulai menurun. Begitupun kesembuhan juga cenderung menurun.  Meski demikian, terdapat pula beberapa provinsi masih tinggi pasien grafik covid-19

Menghadapi pandemi covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru untuk hidup berdampingan dengan  covid-19 yang dikenal dengan program New Normal.

Ini keputusan yang sangat tepat dan efektif yang diharapkan dapat memperbaiki tatanan kehidupan di berbagai sektor yang mengalami penurunan.

Hakikat New Normal Life, Ini langkah alternatif percepatan penanganan covid-19 diberbagai sektor. Jadi kita harus  hidup normal kembali dengan berdampingan Covid-19 hingga ditemukannya vaksin yang efektif.

Secara umum, new normal adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan masyarakat dan semua institusi  untuk melakukan pola harian atau pola kerja serta pola hidup baru yangberbeda dengan sebelumnya

Artinya, masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa, namun ada sikap baru berupa protokol kesehatan yang tak  oleh terabaikan. Misalnya, jika keluar rumah pakai masker,jaga jarak,sering cuci tangan dan hindari kerumunan.

Diterapkannya kebijakan pemerintah tentang new normal itu, tetap harus mengikuti protokol kesehatan. Semua  sektor bisa kembali beraktivitas. Seperti halnya dunia pertelevisian sudah kembali gencar melakukan live setelah  diterapkannya new normal.

Menurut pemantauan penulis, hanya saja disayangkan, masih ada beberapa program siaran televisi yang penyiar dan narasumbernya terkesan tidak mematuhi protokol kesehatan tersebut.

Mereka tidak memakai masker atau sarung tangan dan tidak melakukan social distancing. Sanat baik, jika para pelaku siaran dan mitra kerjanya memberikan contoh kepada masyarakat, tentang protokol kesehatan terutama kaitannya new normal. Pertimbangannya, siaran televisi itu cukup banyak penontonnya.

(***penulis, adalah Mahasiswi Semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi UMI, Makassar).

Pos terkait