Jelang New Normal, Tim Gugus Tugas Covid 19 Majene Gelar Rapat Koordinasi

  • Whatsapp
Jelang New Normal, Tim Gugus Tugas Covid 19 Majene Gelar Rapat Koordinasi
MAJENE, UPEKS.co.id–Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Majene, menggelar rapat koordinasi terkait kesiapan menghadapi new normal, sekaligu membicarakan evaluasi pencegahan penyebaran covid 19.

Rapat yang berlansung di ruang pola kantor bupati Majene, Selasa
(2/6/2020) malam, dipimpin bupati Majene, Fahmi Massiara, didampingi wakil bupati, Lukman dihadiri Forkopinda,  anggota tim gugus tugas Covid-19, kepala Kemenang Majene, Adnan Nota, ketua PMI Majene, Fatmawti Fahmi, serta para undangan undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, sejak  dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini, persoalan penanganan covid-19 telah menyita perhatian dan menjadi fokus utama Pemkab Majene. Pemerintah kabupaten
Majene sudah melakukan langkah-langka kongkrit untuk bisa mengatasi masalah penanganan Covid-19 ini, sesuai arahan pemerintah pusat.

“Untuk selanjutnya paradigma baru perlu dibangun dengan baik khusunya kebijakan new normal yang digagas pemerintah pusat kedepan. Terkait penaganan covid 19 di Majene telah berjalan maksimal,” kata bupati
Majene Fahmi Massiara.

Ia juga sangat mengapresiasi semua tim yang terlibat, karena begitu antusias,  mulai dari penjagaan di perbatasan, kebijakan medis disetiap tingkatan, peran seluruh elemen masyarakat hingga upaya
merecofusing anggaran untuk beberapa program.

“Untuk itu ada langkah langkah yang harus di ubah dan alihkan, melihat situasi yang sama, seperti dengan mencabut penjagaan di perbasan Majene-Mamuju dan Majene-Polman. Pertimbanganya, setelah dievaluasi pasien covid yang ketahuan bukan yang tertangkap basah, namun orang
orang yang telah berhasil masuk lalu menetap dan setelah dua puluh hari baru diketahui,”ungkap Fahmi.

Meski demikian lanjutnya, pemkab Majene tetap mengapresiasi upaya keras tim di perbatasan, dan menyongsong new normal ini, maka kebijakan penanganan akan semakin di perkuat disetiap tingkatan semua bertanggung jawab pintu terkahir, mulai dari kecamatan, kelurahan, desa hingga dusun.

“Sehingga jika telah siap maka tinggal menunggu waktu penjagaan perbatasan akan di cabut. Olehnya itu rapat pada malam ini kami akan menampung setiap masukan termasuk untuk mendukung konsep new normal setelah itu akan di desain dan action,” ujarnya.

Sementara itu wakil Bupati Majene Lukman mengatakan, untuk saat ini Pemkab Majene hanya merubah strategi, Ibaratnya dalam sepakbola posisinya bukan lagi menyerang tapi memperkuat pertahanan.

“Seperti yang disampaikan bapak bupati,  pembatasan warga akan
dilakukan hingga ke tingkat desa, termasuk membuka kembali aktivitas rumah ibadah, cafe dan resto sesuai dengan protokol kesehatan,” ucap Lukman.

Kepala Kemenag Majene Adnan Nota yang hadir dalam rapat menyebutkan,bahwa Kementerian Agama RI telah mengeluarkan pernyataan terkait membuka sarana ibadah. Untuk itu ia mengusulkan jika kebijakan
tersebut akan segera dilakukan, maka setiap Masjid harus memiliki petugas yang akan bertanggung jawab menjalankan protab covid 19.

“Seperti menyiapkan fasilitas pengukur suhu, ada handsainitizer atau pencuci tangan, dan mengatatur jarak. Ketika persyaratan itu terpenuhi
maka kebijakan tersebut akan segera diedarkan,  setelah masing-masing Masjid memenuhi syarat maka tim satgas boleh memberi label Masjid tersebut aman digunkan beribadah,” sebutnya. (Alimukhtar).

Pos terkait