Go International Bank Devisa Valuta Asing, Ini Komentar Kacab Bank BPD Sulselbar Lutra

  • Whatsapp
Go International Bank Devisa Valuta Asing, Ini Komentar Kacab Bank BPD Sulselbar Lutra

Go International Bank Devisa Valuta Asing, Ini Komentar Kacab Bank BPD Sulselbar Lutra

LUTRA, UPEKS.co.id — Bank pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar resmi menjadi bank devisa valuta asing  akhir tahun 2019 lalu tepatnya 26 Oktober 2019, Bank Pembangunan Daerah Sulselbar menjadi perjuangan yang  tak sia-sia dan juga mendapatkan izin dalam melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing.

Bacaan Lainnya

Hal ini di tuturkan Kepala Cabang (Kacab) Bank Pembangunan Daerah (BPS) Sulselbar Masamba Kabupaten  Luwu Utara (Lutra) Faisal Sukma, pada media ini saat bincang-bincang di ruangannya, Selasa (30/6/2020).

Bahwa izin resmi sebagai Bank Devisa dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekaligus mencatatkan Bank Sulselbar  sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) tercepat menjadi bank devisa di wilayah Timur Indonesia.

Bank devisa adalah bank yang memperoleh surat penunjukan dari otoritas perbankan untuk dapat melakukan  kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing.

Dan sebagai bank devisa, Bank BPD Sulselbar dapat menawarkan jasa-jasa bank yang berkaitan dengan mata  uang asing.

“Kepala Cabang Bank BPD Sulselbar Lutra, Faisal Sukma mengatakan bahwa sudah bisa melakukan transfer  keluar negeri, jual beli valuta asing, transaksi ekspor, impor, dan jasa-jasa valuta asing lainnya,” terangnya.

Dengan demikian nasabah Bank Sulselbar yang selama ini menggunakan jasa bank lain dalam kegiatan dengan  underlaying valuta asing, kini tidak perlu repot lagi. Bank Sulselbar dapat melaksanakannya.

Dengan demikian, nasabah diuntungkan karena ada efisiensi waktu dan biaya. Misalnya nasabah yang melakukan  transaksi ekspor dan impor, nasabah yang membutuhkan valuta asing, dan sebagainya. Sehingga kans tersebut  yang semakin besar bagi perseroan dan peningkatan ekspor di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Faisal Sukma, menambahkan bahwa dari sisi persiapan pelayanan, bank devisa ini susah ada juga kerjasama  dengan international banking serta mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk menambah pasar global.

Selain itu sudah mengadakan kerjasama dengan pihak lain seperti Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi Usaha  Kecil Menengah (P2KUKM) Lutra, asosiasi pengusaha untuk menggandeng pelaku bisnis untuk berorientasi  ekspor,” jelasnya.

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum suatu bank non devisa dapat diberikan izin untuk menjadi bank  devisa.

“Seperti rasio kecukupan modal atau CAR (Capital Adequacy Ratio) minimum dalam bulan terakhir 8%, tingkat  kesehatan selama 24 bulan terakhir berturut-turut tergolong sehat, Modal disetor minimal Rp 150 miliar,” sebut  Faisal Sukma.

Sebelum syarat itu terpenuhi, bank telah melakukan persiapan untuk melaksanakan kegiatan sebagai Bank umum  devisa meliputi organisasi, Sumber Daya Manusia (SDM) dan pedoman operasional kegiatan devisa, dan sistem  administrasinya. (yustus)

Pos terkait