Enrekang Lakukan Percepatan Tanam Padi di Desa Salodua

  • Whatsapp
Enrekang Lakukan Percepatan Tanam Padi di Desa Salodua

Enrekang Lakukan Percepatan Tanam Padi di Desa Salodua

ENREKANG,UPEKS.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang melaksanakan gerakan percepatan  tanam padi di Desa Salodua, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Rabu (10/6/2020).

Bacaan Lainnya

Ini adalah wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Enrekang atas program Kementrian Pertanian RI yakni  Komando strategi pembangunan pertanian (Kostratani).

Bupati Enrekang, Muslimin Bando memimpin langsung percepatan tanam padi di Desa Salo Dua.

Dalam kegiatan ini Bupati didampingi oleh Kepala balai besar karantina Makassar, Andi PM Yusmanto AM dan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Pare pare, Andi Faisal.

Dalam kesempatan itu, Muslimin Bando, mengatakan program Kostratani digagas oleh Kementerian Pertanian  (Kementan) untuk merespon dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemarau yang diprediksikan oleh BMKG pada akhir tahun 2020.

Dimana diprediksi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan masuk awal musim kemarau di bulan Juni 2020.

Olehnya itu, dilakukan upaya mengaktifkan semua UPT di Indonesia untuk melakukan “Gerakan Olah Tanah dan  Percepatan Tanam”.

Target penanaman serentak yang dijadwalkan selesai dalam bulan Juni ini diharapkan bisa memberikan dampak  positif bagi petani selain untuk merespon kekhawatiran terjadinya musim kemarau di bulan Juni.

Ia menjelaskan, penanaman padi serentak yang dilakukan selesai di bulan ini agar petani bisa panen bulan Oktober nanti.

Sebab, jika tidak bisa digerakkan secepatnya, maka kesempatan untuk menanam horti di bulan oktober akan terlewatkan dan itu menjadikan pendapatan petani akan menurun.

Menurutnya, upaya penanaman padi serentak ini juga bisa mengendalikan serangan hama tikus secara lebih  efektif.

“Sehingga harapannya petani bisa panen di minggu pertama bulan Oktober,” kata Muslimin Bando.

Ia pun berharap, agar petani yang baru saja melakukan penanaman agar merawat dan memupuk baik-baik tanamannya.

Sehingga hasil produksinya bisa meningkat, minimal bisa naik misalnya dari 6 ton ke 8 atau 9 ton.

“Saya juga sudah hampir tiga bulan di Kecamatan Maiwa kelolah lahan saya, disitu saya tanam ubi jalar, tanam  cabai, tanam jahe tanam talas jepang, pelihara ikan juga dan rencana juga mau coba pembibitan bawang merah,” ujarnya. (Sry).

Pos terkait