Di Tengah Pandemi Covid-19, Bupati Enrekang Berdayakan 20 Hektar Lahan Tidur

  • Whatsapp
Di Tengah Pandemi Covid-19, Bupati Enrekang Berdayakan 20 Hektar Lahan Tidur

Di Tengah Pandemi Covid-19, Bupati Enrekang Berdayakan 20 Hektar Lahan Tidur

ENREKANG,UPEKS.co.id — Di tengah merebaknya infeksi virus corona, saat diberlakukan Work From Home  (WFH) Bupati Enrekang, H. Muslimin Bando memanfaat masa luangnya dengan berkebun. Baginya Stay At Home  bukan berarti harus terus menerus tinggal didalam kamar melainkan mencari kegiatan yang sehat dengan cara  bertani.

Bacaan Lainnya

Di tangan dingin seorang pria yang memang berlatar belakang petani, sebanyak 20 hekter lahan tidur di Desa  Patondon Salu, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang diubahnya menjadi lahan produktif. Muslimin Bando  mengatakan, dimasa sekarang ini masyarakat Enrekang lahannya yang produktif sudah sangat sempit.

“Sementara ada lahan kita yang luas dalam keadaan tidur nyenyak. Tak pernah digarap dan dibiarkan ditumbuhi  alang-alang. Tanggung jawab Pemerintah bagaimana memotivasi masyarakat membangunkan lahan tidur yang  sudah berpuluh puluh tahun tidak menghasilkan”. Kata Bupati.

Ternyata apa yang dilakukan Bupati Enrekang mendapatkan respon positif masyarakat. Bersama Bupati  masyarakat mulai antusias menggarap kembali lahannya yang selama berpuluh-puluh tahun dibiarkan tak terurus.

” Saya melihat masyarakat disekitarnya sangat respon dengan membuka lahan dan mau menanam tanaman yang  bervariasi, padahal selama ini mereka mayoritas hanya menanam satu varian tanaman saja”. Kata Bupati.

Di Maiwa Bupati mengajak masyarakat untuk menanam berbagai tanaman seperti Ubi jalar, cabe yang diberi  julukan cabe Salo Dua, Keladi tikus, Porang dan sayuran seperti sawi,bayam,kacang panjang dan kangkung.

” Intinya bahwa kehadiran kita disini banyak manfaat. Pertama membuka lahan tidur yang menghasilkan dan  membuka lapangan kerja. Menciptakan tanaman pertanian yang beraneka ragam bahkan kita sudah mulai  menanam tanaman ekspor seperti talas atau Sato Imo atau talas Jepang dan Porang yang rencananya akan di  ekspor.

Muslimin Bando mengatakan, sebenarnya semua tanaman bisa di ekspor tapi saat ini produksinya masih sedikit.  Contohnya cabe yang bisa dikeringkan menjadi cabe bubuk, jahe dan Ubi semua bisa diekspor dalam bentuk  bubuk.

” Memang selama ini ada hasil tapi masih sedikit. Kita datang untuk membangun kan lahan tidur agar hasilnya  melimpah, caranya sama-sama kita menanam tanaman yang sama. Sama seperti ternak sapi dan ikan yang  penting jumlahnya banyak dan ada sentuhan tehnologi In Shaa Allah bisa di Ekspor”. Pungkasnya. (Sry).

Pos terkait