Bupati Luwu : Musibah Banjir, Ujian di Tengah Pandemic Covid-19

  • Whatsapp
Bupati Luwu : Musibah Banjir, Ujian di Tengah Pandemic Covid-19

Bupati Luwu : Musibah Banjir, Ujian di Tengah Pandemic Covid-19

LUWU.UPEKS.co.id—Banjir melanda empat kecamatan di wilayah Selatan Luwu, yakni Suli, Suli Barat,  Larompong dan Larompong Selatan.

Bacaan Lainnya

Air tidak hanya merendam rumah warga, tetapi ratusan hektar lahan pertanian, peternakan dan tambak warga  terimbas banjir tersebut. Warga mengalami kerugian ratusan juta. Namun, tim BPBD Luwu masih mendata  kerusakan dan kerugian yang dialami warga akibat banjir tersebut.

Awalnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu mencatat, sebanyak 10  desa/kelurahan dari empat kecamatan di Kabupaten Luwu wilayah selatan terendam banjir. Tapi pada malam  harinya terdata ada 50 desa yang disebut Bupati Luwu terkena dampak banjir.

”50 desa yang terdampak, saya sedih melihat kondisi warga ini benar-benar ujian di tengah pandemic. Saya  berharap warga tetap waspadai banjir susulan, bantuan akan segera diturunkan agar meringankan,”ungkapnya.

Sementara Sekretaris BPBD Luwu, Aminuddin Alwi mengatakan sejauh ini belum ada korban jiwa meski kerugian  diperkirakan puluhan milyar.”Ketinggian air mencapai 50 meter, bahkan di beberapa titik ada mencapai 1 meter,”  katanya

Hingga Sabtu (6/6/2020) sore, BPBD Luwu belum melaporka adanya korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun,  banjir tersebut merendam ratusan rumah warga, sawah, kebun, fasilitas umum, dan meluap hingga ke jalan raya.

Di Larompong, air ikut merendam Koramil 1403-10. Ketinggian air yang merendam markas tentara ini mencapai 1 meter.

“Tim BPBD masih mendata kerusakan fasilitas publik dan kerugian dialami warga akibat banjir ini,” kata Aminuddin  Alwi.

Banjir di Luwu ini rupanya tak memilih-milih korbannya, siapa saja bisa ikut terdampak, termasuk anggota DPRD  Provinsi Sulawesi Selatan, yang kebetulan berasal dari Suli, Luwu, Hj Fadriaty AS atau yang akrab disapa Enceng.

Banjir ini diakibatkan hujan deras sejak malam hari sehingga mengakibatkan beberapa daerah banjir yang  memang pada dasarnya daerah tersebut rawan banjir.

Banjir bukan hanya disebabkan oleh curah hujan yang deras namun juga luapan sungai yang berada di Suli dan  Larompong sehingga mengakibatkan terjadinya banjir di daerah tersebut. Sejumlah masyarakat di evakuasi, meski  ada juga yang bertahan di rumah kerabatnya.

Sementara itu tim Tanggap Bencana (Tagana) yang berada sejak pagi di Kecamatan Suli telah berkoordinasi  dengan BPBD Kabupaten Luwu untuk melalukan pendataan warga terdampak bencana, sambil mengupayakan  pemberian bantuan secepatnya. Selain itu Pemuda Pancasila yang dimpimpin langsung Ketua MPC Luwu, Andi  Muhammad Ahkam Basmin turun ke lokasi membantu evakuasi warga. (echa).

Pos terkait